BlogMata

Blog Komunitas Mata Pelajar
16
Dec

Warung Kejujuran

Dikirim oleh Delia dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Delia

 


WARUNG kejujuran yang membuka dua sesi, terdiri dari warung snack dan warung nasi ini digandrungi juga oleh para peserta. Untuk membedakan dengan warung-warung lainnya, panitia membuat khusus uang kejujuran ala Al Muttaqin.

Rupanya hampir sama dengan uang pada umumnya. Perbedaannya terletak pada nominal dan ukurannya. Nominalnya dibagi dalam empat pecahan kertas, yaitu sebesar 600, 800, 1.050, dan 3.150. Panitia juga sudah menyiapkan uang pecahan logam Rp 50, Rp 100, Rp 200, dan Rp 500 untuk kembaliannya. Sehingga peserta dilatih untuk jujur saat mengembalikan uangnya. Uang Al Muttaqin senilai dengan uang rupiah

12
Dec

Ica Raih Gelar Pemain Terbaik (MPV)

Dikirim oleh Delia dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Delia

PERASAAN haru bercampur bahagia,saat dia terpilih sebagai pemain putri terbaik (Most Value Player)pada turnamen basket ball,”Siliwangi All Rebound” seri II yang diselenggarakan UNSIL,minggu (24/11).Siswi kelas 8e SMP Negeri 2 Tasikmalaya. “Annisa Rahmaty Zulhijah Suryatno”,putri dari pasangan Nono Suryatno dan Nani Suryani ini seakan tidak percaya dengan apa yang diperolehnya.

Betapa tidak,selain teamnya berhasil menjuarai turnamen ini,dirinya juga mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik.Inilah prestasi tertinggi yang pernah diraih sejak ia berkecimpung di olahraga basket.

08
Dec

Hari Berbagi

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Sudut Pandang

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

10 Zulhijjah, hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan salah satu hari raya yng sering kita kenal sebagai hari raya Idul Adha. Mungkin jika orang mendengar tentang hari raya Idul Adha ini, banyak yang menyimpulkan tentang penyembelihan hewan kurban. Padahal esensi dari hari raya Idul Adha itu sendiri adalah mengorbankan sebagian harta kita untuk orang yang membutuhkan karena Allah SWT. semata. Banyak orang yang hanya mengorbankan harta mereka padahal mereka tidak tahu apa esensi kurban itu sendiri.

07
Dec

Malam-malam Tasik

Dikirim oleh Rizki Nugraha dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

Rizki Nugraha

Malam Kemarin


Aku berjalan di tengah-tengah malam Tasikmalaya. Benar kata orang. Kita harus baik pada semua orang.
Aku berjalan di sekitar depan halaman Masjid Agung. Bertopi kuning berkilau tenang, berdiri dengan kekar.
Orang-orangnya seakan punya mata tajam yang keras.
Punya kehangatan diantara jarak yang mereka buat sendiri.
06
Dec

Katakan Tidak untuk Korupsi!

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

ImageSEJALAN dengan apa yang diharapkan dan direncanakan, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi-red) datang untuk menghadiri undangan Panitia Workshop Pelajar Anti Korupsi atas nama OSIS SMA Al Muttaqin. Begitu pula dengan peserta yang hadir. Terhitung sebanyak 53 peserta SMP atau sederajat dan 82 peserta SMA atau sederajat.

Sebagai salah satu aplikasi budaya anti korupsi, acara berjalan hampir sesuai dengan apa yang kami skenariokan sebelumnya. Mengapa hampir? Acara yang pada awalnya akan dibuka oleh Pak Walikota yang dimandatkan kepada Pak Wakil Walikota Tasikmalaya, namun ternyata hingga ketua panitia, Siti Awaliyati, menyampaikan sambutan, beliau belum juga hadir. Menurut keterangan, beliau sedang menghadiri acara lain yang lebih insidentil. Alhamdulillah, akhirnya beberapa saat kemudian Bapak Endang Suherman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya yang baru, datang untuk membuka acara dan menjadi keynote speaker.

04
Dec

Menulis itu Ibarat Ngomong

Dikirim oleh Ai Nurhidayat dalam Mata Pustaka

Ditandai pada: Untagged 

Ai Nurhidayat

ImageDARIPADA ngegali kocek demi  menjumpai Septiawan Santana K  untuk medengarkan petuahnya agar bisa belajar menulis, lebih daik pergi ke toko buku di kawasan Matraman. Apa soal? Selain ada ribuan buku domestic dan impor, buku Septiawan Santana ngajugleg juga disana. 25 ribu itu bisa ditukar dengan bukunya menulis itu ibarat ngomong. Cara paling jitu untuk belajar nulis ala Kang Setiawan, tapi tak perlu banting badan higga Cicalengka di Bandung tempat ia tinggal.

140 + VIII halaman bukan buku yang besar untuk diraba sebelum dibaca. Melihat lihat dulu, ala seorang pembeli, setelah melihat isinya cukup satu keputusan saja, menentengnya pulang.
«StartPrev12NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags