BlogMata

Blog Komunitas Mata Pelajar
01
Dec

Pelopor Akal Kita

Dikirim oleh Rizki Nugraha dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

Rizki Nugraha
Untuk para penulis

pena kita nanti diburu satu-satu
isinya dikejar beribu-ribu
hanya kertas yang kini terbang mengharu biru
tapi kita adalah tetap satu
01
Dec

Kotaku

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar
hiruk pikuk serambi pagi
tak terlihat tertutup awan
mentari sembunyi enggan tuk bersinar
hanya sepercik cahaya menatap tajam
menembus jantung sabang
gemerlaplah sabang dalam samudera
30
Nov

Gradasi

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar
Aku sunyi di sini. Aku sepi. Terluka dan bermimpi akan
cahaya yang bila datang membakar sisa-sisa gambar, aku
takut. Aku bermunajat dan berdoa akan cahaya. Aku
terus berharap tengadah. Menyingkirkan luka-luka
irisan yang Kau buat, yang perlahan tersambung tanpa
warna dan gradasi.
Aku diam. Tanpa kata-kata terlontar pelan, jauh
jalanan yang hilang. Tapi aku tidak menoleh ke
belakang. Karena cahaya tidak akan datang menjemput.
Beralaskan teguh, dengan doa ranting-ranting patah,
memungut dan berlari.
29
Nov

Musim Hujan, Sering Kesiangan!

Dikirim oleh Delia dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Delia

ImageKRU Nedutas Genial, Intan, Rahmi, Puteri, sempat mewawancarai Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Syarif Hidayat, MSi. Kebetulan nih, Pak Walikota  dulu sekolah di SMP Negeri 2 Tasikmalaya.

Jadi wawancaranya, soal kesan-kesan gitu deh. Berikut petikannya:

Apa kesan pertama Bapak, pas datang di SMP Negeri 2 Tasikmalaya?

“Saya merasa terkejut dengan keadaan sekolah sekarang ini,  terutama sarana fisik yang begitu banyak berubah.“

29
Nov

Langit Malam

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar
ImageKu menemui malam yang sepi
Malam yang terlihat bintang
kegelapannya tak menghalangi
Begitu indah taktertandingi

Satu, dua,tiga lebih banyaknya
kedap kedip tanda kehidupannya
Dan cahayanya tak menyilaukan mata
Rembulan namanya
28
Nov

Aku Ingin

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Cerita Pendek

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

MATAHARI mengetuk jendela kamar Nia. Mendesak ingin masuk, mencari celah di antara tirai jendelanya.

"Riiing!!!!!" suara jam beker tokoh kartun kesukaan Nia, memaksa Nia keluar dari mimpinya dan membuat Nia terusir dari mimpi indahnya. Gadis cantik itu dengan malas mematikan jam bekernya itu dan duduk di tepi kasurnya. Dia memandang ke arah jendela. Matahari sudah ingin masuk ke kamarnya. Lalu, dia perlahan beranjak ke jendela kamarnya itu.

Dan dia membuka lebar lebar jendelanya, akhirnya Sinar matahari berebut masuk menerpa hangat wajah Nia pagi ini. Dia hirup udara segar pagi ini. "Selamat Pagi Dunia!!!" kata Nia pada langit. Menurutnya, dia setiap pagi harus menyapa dunia yang sudah rela menjadi tempay dia berpijak selama hampir 18 tahun ini. Dan dia pun teringat akan janjinya bersama ke 3 sahabatnya di sekolah.padahal dia sudah tidak akan belajar lagi, karena 1 minggu lagi di akan mengetahui apa dia lulus atau tidak setelah menempuh pembelejaran 3 tahun di SMA Budi Utama dan juga menempuh 3 hari ujian yang di langsungkan serentak di Negeri ini. Dia melangkahkan kakinya ke wc kamarnya untuk mandi dan bersiap siap untuk menghadapi hari ini.
«StartPrev1234567NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags