BlogMata
Blog Komunitas Mata Pelajar
|
18
Jun
|
Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi pada 18 Jun 2009
Ditandai pada: Untagged
|
|
CORAT-CORET dan konvoy mungkin itu tradisi anak sekolah setelah mengetahui dirinya lulus.Tapi itu tidak terlihat di kampus SMA Negeri 2 Tasikmalaya,di hari pengumuman kelulusan Ujian Nasional (16/06).Bertempat di lapangan belakang SMA Negeri 2, semua siswa kelas XII menunggu hasil kelulusan.Namun sebelum pengumuman hasil kelulusan itu, himbauan-himbauan datang dari Kepala SMAN 2 dan guru-guru di sela-sela sambutan mereka.
|
11
Jun
|
Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi pada 11 Jun 2009
Ditandai pada: Untagged
|
|
ABANG becak pun tak mau ketinggalan bikin klub. Di Kota Tasikmalaya sebut saja Becak Modifikasi Club (BMC), namanya mengingatkan pada klub motor. Ada juga yang terdengar agak resmi, IKOBATAS, patahan kata dari Ikatan Komunitas Becak Tasikmalaya.
Tentunya kedua paguyuban itu punya tujuan sama, selain mempererat persahabatan sesama tukang becak, juga menjaga ketertiban di jalan raya. Maklum, selain Pedagang Kaki Lima (PKL) mereka pun acapkali dituding sebagai biang kesemrawutan. Seperti dituturkan salah seorang anggota satuan Polisi Pamong Praja, Eko Setiawan (39). Menurutnya, biang kekacauan lalu lintas adalah banyaknya becak yang berkeliaran tanpa mengindahkan peraturan yang dibuat oleh pemerintah.
|
10
Jun
|
Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi pada 10 Jun 2009
Ditandai pada: Untagged
|
|
PASAR Pancasila, salah satu pasar tradisional di Tasikmalaya yang sampai saat ini tetap eksis. Banyak orang hilir mudik di sekitar Pasar Pancasila, pertanda pasar tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat kita. Meskipun pusat-pusat perbelanjaan modern kini membayangi dan menjadi ancaman. Namun pasar tradisional sampai saat ini masih memiliki pesona tersendiri yang mampu menarik antusiasme masyarakat. Sekilas, jika dibandingkan dengan pasar modern, keberadaan pasar tradisional sangatlah kontras. Bau tidak sedap, tanah jeblok, dan suasana yang ricuh membuat kita enggan menginjakan kaki di pasar tradisional dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke pasar modern.
|
08
Jun
|
Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi pada 08 Jun 2009
Ditandai pada: Untagged
|
|
SUNGGUH tak terasa sekarang sudah memasuki bulan Juni 2009, bulan yang yang sakral bagi segenap anak bangsa yang duduk di SMA kelas XII dan SMP kelas IX. Menurut kalender pendidikan, untuk SMA, jadwal pengumuman pelulusan yakni hari minggu 14 Juni nanti. Dengan nilai minimal rata-rata harus 5.5, wajar bila banyak pelajar, termasuk saya yang khawatir akan hasilnya nanti.
Lepas dari rasa was-was menunggu hasil ujian nasional, akan sedih bercampur dengan rasa lucu bila kita mengingat kembali masa-masa saat kita baru masuk ke SMA. Pastinya situasi kita dulu sangat berbeda dengan situasi kita sekarang. Mungkin dulu masih banyak yang berpenampilan cupu (maklum bawaan dari kampong halaman) namun sekarang tampil keren seiring perkembangan pandangan akan penampilan. Atau yang dulu pendiam, sekarang cerewetnya minta ampun dikarenakan bergaul dengan anak-anak yang notabene bibir kaleng di kelasnya.
|
04
Jun
|
Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi pada 04 Jun 2009
Ditandai pada: Untagged
|
|
 Peserta workshop LSP STISIP berburu berita BERANGKAT dari rasa peduli terhadap orang-orang yang menderita sakit jiwa, Taufik dan Ahmad Rivai (36) beserta rekannya Dadang Heriadi (38) memutuskan untuk mendirikan sebuah panti rehabilitas khusus orang yang mempunyai kelainan jiwa. Diresmikan tanggal 22 juli 2008 yayasan yang dinamai Yayasan Keris Nangtung mulai menampung dan merehabilitasi orang-orang sakit jiwa.
Dibantu Mas Rofi (42), Dadang dan Taufik biasa melakukan dan perawatan terhadap pasien-pasien yang berada di Yayasan itu. Dengan cara dimandikan terlebih dahulu, mereka diberikan pengobatan dengan humut jambe (pucuk pinang) rutin setiap sebulan sekali. Selain itu, mereka mengikatkan kain hitam (seperti mengafani jenazah) jika pasien kambuh.
|
03
Jun
|
Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi pada 03 Jun 2009
Ditandai pada: Untagged
|
|
Olimpiade MIPA dan Olahraga berlangsung seru, Selasa (26/5). Ajang yang digelar SMPN 3 Rajadesa itu diikuti 28 peserta di bidang Matematika dan 25 Peserta di bidang IPA dari SD se-Ciamis utara. Menurut Kepala SMPN 3 Rajadesa, Edi Rusiana, didampingi Wakil Kepala Sekolah, Jenal, kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan mahasiswa yang sedang KKN di Rajadesa.
“Para peserta yang datang di antaranya dari Sukadana, Jatinagara, Rancah dan Rajadesa,” katanya seraya menambahkan ajang ini bisa menunjukkan sekolah yang berada di desa pun mampu melaksanakan kegiatan yang bergengsi. "Selain itu dengan acara ini kami ingin mengangkat nama Desa Tanjungsyukur,” katanya. SDN 1 Tanjungsukur adalah salah satu sekolah yang mengirimkan 3 peserta untuk bidang IPA dan 3 peserta untuk Matematika.
|