BlogMata

Blog Komunitas Mata Pelajar
31
May

Bangkit untuk Masa Depan

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Sudut Pandang

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

“SAAT ini, SMPN 14  sedang dalam tahap rintisan Sekolah Standar Nasional. Mudah-mudahan sekolah ini menjadi lebih maju, disiplin dan berprestasi.

Setidaknya bisa menuntun keluarga besar SMPN 14 lebih bersemangat menuju gerbang kesuksesan.
Berbagai ekstrakurikuler diwadahi di sekolah ini. Di antaranya, PMR, PKS, dan pengembangan diri lainnya untuk lebih mendalami dan menggali bakat dan potensi siswa demi menghadapi masa depan.
Kerjakeras dan kegagalan adalah kunci awal dari kesuksesan. Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Habis gelap terbitlah terang.

Annisa SH
Pemred GESIT
SMPN 14 Tasikmalaya
31
May

Hari Ini, SMPN 14 Gelar Pelatihan Majalah Sekolah

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

Totong, M.Pd
Sarip Hidayat, S.Pd
PELAJAR SMPN 14 Tasikmalaya yang keranjingan majalah dinding, hari ini Minggu (31/5), mengikuti pelatihan tatacara mengelola media sekolah.  "Kami ingin menggugah kesadaran bermedia para siswa," ujar Wakil Kepala Sekolah, Totong M.Pd. kepada Mata Pelajar. Menurutnya, watak manusia selalu ingin tahu dan haus informasi.

"Di sekolah ada banyak cara untuk memenuhi kebutuhan informasi, di antaranya melalui majalah dinding, papan pengumuman, dan majalah sekolah," imbuhnya.

Pembina kesiswaan, Sarip Hidayat, S.Pd didampingi guru Bahasa Inggris, Pudin Hidayat, S.Pd, menuturkan, sasaran kegiatan ini adalah siswa SMPN 14 Tasikmalaya yang terdiri dari anggota OSIS dan ekstrakurikulir Karya Tulis Remaja serta perwakilan kelas yang mempunyai minat dan bakat dalam bidang jurnalistik.

Sedangkan materi pelatihan yang disampaikan, imbuhnya, meliputi pengenalan teori dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, teknik waeancara, dan manajemen pengelolaan majalah dinding. "Tentunya, peserta akan diajak praktek langsung," tandasnya.

25
May

Aksi Mata Pelajar

Dikirim oleh Mat Pajar dalam photo blog

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

REPORTER Mata Pelajar berburu berita. Journalist 261 (SMAN 2 Tasikmalaya) dan Pijar Pagi (SMAN 4 Tasikmalaya) berkolaborasi. Di tempat berbeda, reporter Q-Smart (SMA Almuttaqin), Deliabilda Luvina pun tak mau kalah. Rancangan liputan juga sedang dipersiapkan di komunitas jurnalis pelajar se-Ciamis. Selain itu, Buana Pelajar (SMAN 1 Tasikmalaya), juga tampak tengah brifing dipimpin Ketua Buana Pelajar, Fergischa.

 {gallery}Aksi{/gallery}

24
May

"Kebon Salak" Menyabet 7 Piala

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

MINGGU (10/05), adalah ajang pembuktian bagi SMA Negeri 7 Tasikmalaya. Sekolah yang akrab dijuluki “Kebon Salak” itu, mampu merebut 7 piala sekaligus dalam ajang bergengsi Lomba Lintas Alam dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (L2AP3K) XIII (PMR) Se-Priangan Timur yang diselenggarakan di SMA Negeri 2 Tasikmalaya.

Tak tanggung- tanggung PMR WIRA SMA Negeri 7 Tasikmalaya membawa pulang Piala Bergilir Juara Umum Se-Priangan Timur. Sebelumnya piala itu selama dua tahun berturut-turut direbut oleh SMA Negeri 7 Tasikmalaya. Artinya kini Piala Juara Umum itu berhasil dipertahankan untuk ketiga kalinya.

23
May

Kutu Buku Nggak Cupu

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Sudut Pandang

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

KEPALA yang digerogoti kutu terkesan menjijikan bukan? Tapi kutu yang ini bisa bikin kita pinter plus membuka cakrawaka pikiran. Apakah kita sudah menjadi kutu buku?

Dengan membaca, kita bisa tahu segalanya. Bukankah buku itu gudangnya ilmu? Wah great banget ya sobat? Gimana gak gitu? Hanya dengan kita baca buku sambil PW (posisi wenak) pun kita bisa dapetin banyak pengetahuan. Tentunya yang dibaca mesti buku yang positif dwonk.. Jadi kutu buku sebetulnya gak susah? Bisa digampang-gampangin.

Intinya sih kita harus menghilangkan anggapan yang sempit dengan try to read buat tambah cakrawala ilmu kita. Mulai dari sekarang kita coba tumbuhkan terus minat baca, sampai keinginan kita terpatri dalam diri kita and jadi something yang khas dalam hidup kita.
Remember. kutu buku ga berarti cupu (culun punya). Lets go to read.

Nia van Desha
MA Ibadhul Gafur
Rajadesa Ciamis
22
May

Jadi Pengamen, Pilihan atau Paksaan?

Dikirim oleh Mat Pajar dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Mat Pajar

JANGAN salah jika sekarang pengamen tersebar di sudut-sudut kota. Ada pengamen cilik dan ada yang sudah beranjak dewasa.

Kebebasan bagi kehidupan pengamen adalah pertanyaan besar. Sudah sering terkena razia di tempat-tempat umum seperti kawasan lampu merah, pasar, terminal, stasiun, dan lain-lain. Namun mereka terus bertahan. Kebutuhan perut mengalahkan ketakutan mereka.

Dari sekian banyak kota-kota besar di Indonesia, kita ambil sampel  yang cukup mencolok, sebutlah kota Tasikmalaya. Dari hasil pengamatan ditemukan sekitar empat sampai lima grup pengamen di suatu tempat dalam selang tempo yang cukup singkat.

«StartPrev12NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags