BlogMata

Blog Komunitas Mata Pelajar
28
Feb

Dengan Puisi,....

Dikirim oleh dwi rusmianto dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

dwi rusmianto

tolong pegangi wajahku dalam ingatanmu
sebelum detak makin cepat
tinggalkan detik yang tak mau
melambat

2010
28
Feb

Suzy, Kembalikan Senyum Itu

Dikirim oleh dwi rusmianto dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

dwi rusmianto

senyum manis yang hampir habis terkikis tangis
kutemukan kembali di sela-sela trotoar walau sedikit menipis
siang tadi

lelah memang
mengitari perayaan
membuka jendela maya
membunuh waktu yang berlarian
dengan suara tak bermuka

barisan kata, phrase, metafor dan fiksi
jungkir balik
dipangkas
dipakaikan nada
menjadi cerita

dulu sekali, lengan lentik itu yang menjadikan kau
berdiri atas sadarnya. lalu tenggelam. bertemu pada lajur trotoar dan di atasnya tertuliskan kata. kau pun merdeka

senyum simpul itu kembali mengikis langkah
sayup

hanya kata
ya! dirimu dan sekelompok
pilihan kata


ciamis, Feb '10
28
Feb

Keakuan; Eksistensi Dan Karya

Dikirim oleh dwi rusmianto dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

dwi rusmianto

Ciamis – 28 /02 Keakuan seorang jurnalis tidaklah cukup hanya dengan memiliki ID Card dan kamera saja. Karya nyata menjadi sebuah tuntutan dan jawaban. Sama seperti “seorang seniman, mubazir tanpa karya”, begitu ucap Ashmansyah Timutiah, salah seorang budayawan dan penyair Tasikmalaya.
       Sebuah karya pun bisa dikategorikan ke dalam beberapa kriteria. Pada dasarnya, sama saja seperti halnya mencipta lirik lagu, puisi, prosa atau berita. Kita hanya memotret, dicerna oleh akal dan pikiran sebagai proses pengendapan, dan diterbitkan lewat kata dan nada. Memang, terkadang dalam menulis itu timbul rasa tidak percaya diri, tapi sekarang coba pahami dulu apa yang membedakan penulis dan pembaca?
     Dalam ruang lingkup berita, kita memotret peristiwa dengan mata, telinga, serta panca indera lainnya kemudian menuangkan dalam tulisan apa adanya sesuai realitas yang ada. Antara pembaca dan penulis mungkin akan mempunyai satu visi yang sama. Tapi berbeda halnya dengan sebuah karya sastra. Dari dimensi dan paradigma mana kita memotret sebuah peristiwa, lalu di endapkan dengan pengalaman empirik, penguatan metafor serta majas lainnya. Jadilah sebuah karya sastra. Disini ada ruang-ruang yang tak bisa dimasuki pembaca atau penulis. Ketika penulis menuliskan ini, pembaca menafsirkan itu. Sah saja. Karena pembaca dan penulis berangkat dari latar belakang dan wawasan yang berbeda, jadi wajar saja kalau penafsiran pun berbeda degan apa yang penulis ingin sampaikan.
       Ruang penulis disini ( dalam penulisan karya sastra ) adalah ruang verbal. Dan pembaca merupakan ruang universal. Beda dengan berita, disini mungkin visi pembaca akan berbeda juga dengan penulis. Keakuan penulis adalah ketika dia yaikn akan tulisannya itu setelah melalui beberapa tahapan. Pengendapan, penggunaan diksi, serta editing. Berangkat dari hal di atas, seorang penulis mungkin adalah jurnalis. Tap ada sekat dimana sekat itu adalah ruang tadi yang tak bisa dimasuki. Penulis bisa saja menjadi jurnalis, jurnalis bisa saja adalah penulis.
       Baju Kopral Ciamis mencoba menguak itu semua. Lewat acara yang bertajuk SUNDAY CLASS; Jurnalis Sadar Ruang yang diselenggarakan di sekitaran laun-alun Ciamis ini, para jurnalis-jurnalis yang datang dari berbagai sekolah itu mampu mengolah berita dari mulai hunting, pembuatan portal dan seleksi berita untuk berita TV, berita radio, dan berita online. Budaya seperti ini harus terus berlanjut. Sebab mungkin efek dari sini yang akan menemukan keakuan seorang jurnalis atau penulis.
28
Feb

berdakwah itu indah

Dikirim oleh andyayusuf dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

andyayusuf
bagaimana sedekah itu...? pk harta z ! gk lah, jima juga bisa !!!!!!
28
Feb

Sunday Class, Hunting Asyik!

Dikirim oleh yensus dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

yensus

Ciamis, matapelajar. Sebanyak 36 pelajar ciamis dan priangan timur tengah berkutat dengan berita online di channel warnet jl. Pemuda no. 2 ciamis  pada ahad pagi (28/02) dalam rangkaian acara hunting berita ala Sunday Class

Di bawah arahan dan bimbingan Kang Duddy RS dan Ai Boy Nurhidayat, konco-konco Sunday Class dibawa berselancar ke berbagai situs berita untuk belajar mengidentifikasi struktur berita secara online. Tujuanya sederhana tapi mulia, kelas alternatif ini dibuat untuk menciptakan jurnalis muda yang kompeten sekaligus memanfaatkan media cyber tepat guna.  

28
Feb

If U Can Write Forever, Why do U Write for???

Dikirim oleh yensus dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

yensus

Ciamis, matapelajar. Ratusan siswi SMA/SMP Se-Ciamis dan Priangan Timur memadati gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis pada Jumat (26/02) untuk mengikuti workshop kepenulisan khusus puteri yang di adakan oleh pengurus puteri pondok pesantren Nurussalam, Cikoneng.

Kegiatan yang mengusung tema If U Can Write Forever, Why do U Write For ini mendatangkan penulis sekaliber Afifah Afra dan Fattan Fantastic sebagai pembicaranya. 

«StartPrev12345NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags