BlogMata
A short description about your blog
|
09
Jul
|
Dikirim oleh Miftah Farid dalam Mata Aksi pada 09 Jul 2010
Ditandai pada: Untagged
|
|
TAHUN ajaran 2009/2010 sebentar lagi berakhir. Saat tumpah ruahnya kebahagiaan dan kesedihan bersatu. Kebahagiaan karena telah menyelesaikan program pendidikan, kelas 1 naik ke kelas 2, kelas 6, 9 dan kelas 12 telah melewati masa-masa yang penuh dengan kegundahan hati, kini saatnya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain kebahagiaan, kesedihan pun menempa siswa kelas 6, kelas 9 dan kelas 12 ini. Mereka harus berpisah dengan teman-teman yang selama ini bersama dalam suka dan duka, dalam sedih dan bahagia. Apalagi yang tinggal di asrama atau pesantren. Kesedihan yang tinggal di pesantren akan terasa sekali, agak sedikit lebih mendalam dibandingkan dengan siswa yang hanya bersama di sekolah. Karena setiap saat, mereka bersama, seperti layaknya dalam keluarga. Ketika teman sekamar tidak punya uang, bisa pinjam kepada teman yang lain, kekeluargaan dan kebersamaan yang tak ternilai harganya.
|
09
Jul
|
Dikirim oleh Miftah Farid dalam Mata Aksi pada 09 Jul 2010
Ditandai pada: Untagged
|
|
GENAP satu bulan KH. Irfan Hielmy menghadap ke pangkuan-Nya. Pimpinan, Dewan guru dan Santri Darussalam berkumpul di Gedung Nadwatul Ummah, Pesantren Darussalam untuk mengenang dan mendo'akan Bapak Pengasuh -sapaan hangat santri Darus kepada KH Irfan Hielmy--, Jum'at, 18 Juni kemarin. Acara ini dimulai setelah shalat ashar, kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an. Tiap santri mendapat jatah untuk membaca satu juz dari al-Qur'an. Setelah selesai dilanjutkan dengan membaca do'a ismul a'dzam. Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Darussalam, KH. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, MS. Ada beberapa hal yang disampaikan. Ucapan terima kasih, istiqamah, kompak, komunikasi dan kerjasama serta tanggung jawab.
|
16
Jun
|
Dikirim oleh Miftah Farid dalam Mata Aksi pada 16 Jun 2010
Ditandai pada: Untagged
|
|
SALAH satu identitas suatu bangsa adalah Lagu Kebangsaan. Ada kebanggaan tersendiri ketika lagu kebangsaan itu dikumandangkan, apalagi kita sendiri yang menjadi paduan suaranya. Dalam lagu kebangsaan terkandung nilai-nilai ideologi, nilai-nilai perjuangan dan harapan atau tujuan yang ingin diwujudkan dari Negara tersebut. Ketika mengatakan identitas, apalagi identitas suatu Negara, tentu indentitas Negara yang satu dengan Negara yang lain berbeda, karena berbagai faktor. Mulai dari letak geografis, budaya, proses pembentukan Negara itu sendiri, masyarakat, kepercayaan yang dianut, dan sebagainya. Karena kebanggan inilah, sebelum pertandingan sepakbola piala dunia dimulai, selalu dikumandangkan dulu lagu kebangsaan dari masing-masing Negara yang akan bertanding. Hal ini tentu dimaksudkan untuk meningkatkan semangat para pemain tim nasional masing-masing yang di belakangnya terdapat berjuta-juta masyarakat yang mendukung, menyaksikan dan mendo’akan mereka. Setelah beberapa pertandingan pada minggu pertama piala dunia 2010 digelar, 32 negara telah mengumandangkan lagu kebangsaan masing-masing sebagai tanda perjuangan membela tanah air dimulai. Dan tidak lepas dari tiga hasil yang didapatkan, menang, kelah dan seri. Tergantung penjiwaan dari lagu kebangsaan, sebagai pencitraan dari rasa cinta tanah air.
|
16
Jun
|
Dikirim oleh Miftah Farid dalam Mata Aksi pada 16 Jun 2010
Ditandai pada: Untagged
|
|
PERHELATAN akbar piala Dunia kini kembali di gelar. Ajang bergengsi ini kembali menjadi tontonan yang memikat perhatian publik di seluruh penjuru dunia. Bukan hanya masyarakat yang negaranya ikut andil menjadi peserta dalam pertandingan ini, tetapi masyarakat yang negaranya tidak ikut pun turut serta mendukung tim kesayangan masing-masing, begitu pun di Negara kita, Indonesia. Bagi yang sudah menjadi hobi, nonton bola sejatinya menjadi sebuah keharusan yang tak bias ditinggalkan, apalagi pemain dan tim kesayangan ada jadwal untuk tampil. Kadang meninggalkan pekerjaan yang sudah menjadi rutinitas pun tidak apa-apa, asalkan dapat menyaksikan tim kesayangan berlaga, meskipun ada siaran ulang pada waktu yang lain, tetapi menonton secara langsung ada kebahagiaan tersendiri. Saya kira tidak ada salahnya ketika kita menonton pertandingan sepak bola, asalkan disesuaikan dengan tugas kita, asalkan pekerjaan esok hari tidak ancur gara-gara nonton bola. Hanya saja, yang harus sedikit lebih dipikirkan adalah even seperti ini kadang dijadikan sebagai ajang untuk berjudi, yang nyata sekali perbuatan keji ini lebih banyak madlaratnya daripada manfaatnya. Seperti yang diberitakan belakangan ini, baik dari media cetak maupun elektronik, berbagai modus judi banyak terjadi di Negara ini. Bukan hanya kaum lelaki, tetapi kaum ibu pun ikut andil. Ini adalah sesuatu yang baru bagi saya, karena jarang sekali terdengar ibu-ibu ikutan judi, inilah akhir zaman.
|
09
Jun
|
Dikirim oleh Miftah Farid dalam Mata Aksi pada 09 Jun 2010
Ditandai pada: Untagged
|
|
ADA perencanaan, tentu ada organizing, pelaksanaan, dan kontrol atau evaluasi. Itulah sebuah pendapat tentang manajemen. Seperti halnya di sekolah, sebagai evaluasi selama proses pembelajaran, di akhir semester diadakan ulangan akhir semester atau lebih populer dengan UAS. Pengajian di Pesantren Darussalam pun dievaluasi dengan Ulangan Umum. Kegiatan ini dilaksanakan di Ranah Indah Nyiur Melambai, Pondok Pesantren Darussalam, mulai 1 sampai 4 juni, kemarin.
Sudah menjadi kebiasaan, sebelum mengikuti SATAP (Silaturrahim Akhir Tahun Ajaran Pesantren), sebagai suatu gerbang untuk menuju ke tingkatan yang lebih tinggi, Santri Darus kudu ikutan Ulum dulu. Dengan ulum ini, Santri Darus bisa mengetahui sejauh mana ketercapaian selama proses pengajian yang sudah dilaksanakan selama satu semester. Hasilnya tentu tercantum dalam buku raport pengajian.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Direktorat 1, Kang Deni sebagai ketuplaknya, didampingi oleh beberapa orang staf di belakangnya.
Ulum ini tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah, karena dimulai ba’da zhuhur dan dalam pelaksanaannya dipisahkan antara santri tsanawiyah dengan santri aliyah. Ulum untuk santri tsanawiyah dilaksanakan pukul satu siang sampai pukul lima sore. Sedangkan untuk santri aliyah dimulai pukul tujuh malam sampai pukul setengah sepuluh.
Pada hari pertama, ulum ini dibuka oleh asisten dir 1, Ahmad Farhani di Gedung Nadwatul Ummah, Pesantren Darussalam kemudian dilanjutkan dengan menyebarnya para santri ke ruangan masing-masing sesuai dengan yang tercantum pada kartu peserta.
|
03
Jun
|
Dikirim oleh Miftah Farid dalam Mata Aksi pada 03 Jun 2010
Ditandai pada: Untagged
|
|
Dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Islam, Pendidikan dan Budaya Kekerasan” di Gedung Nadwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Sabtu, 22 Mei kemarin. Hadir Pembicara Seminar tersebut Prof. Dr. Afif Muhammad, M.A. memaparkan materi tentang “Islam dan Akar Ideologi Kekerasan”; Dr. Huzni Thoyyar, M.Pd., membahas “Anatomi Kekerasan di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan”; dan Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., membicarakan tentang Pendidikan Nilai dalam Pembentukan Kepribadian Anak untuk Mencegah Budaya Kekerasan”. Kegiatan yang diikuti oleh calon Wisudawan dan Wisudawati Sarjana dan Pascasarjana ini dimulai dengan sambutan oleh Keynote Speaker yang juga merupakan Rektor Institut Agama Islam Darussalam Ciamis, Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.
|
|