BlogMata

Blog Komunitas Mata Pelajar
02
Jun

Kelengangan Samudera Pilu

Dikirim oleh Vudu Blues Prakerta dalam Puisi

Ditandai pada: Untagged 

Vudu Blues Prakerta

Menari di laut biru

Ombak mendebur ke palung rindu

Berkecipak selayak ikanikan berpesta

01
Jun

SELAMAT TINGGAL KAKAK-KAKAK KU

Dikirim oleh tania febryani nufus dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

tania febryani nufus

26 Mei 2010  

 Lantunan lagu indah yang diiringi puisi menggema di seluruh ruangan aula lantai satu MA PUI Cijantung  

Isakan tangis dan haru terdengar seiring pembacaan puisi yang di bacakan oleh kak Seni rismawati, Sri Nenden Rahayu, dan Fitri secara bergantian

01
Jun

Lanskap Derita (For Gaza)

Dikirim oleh Afrilia Utami dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Afrilia Utami

 


Misisipil  bertari ilalang siasat melebur tawa temaram
Menyekap senyum dalam hening cerita kutipan
Ketika Rudal-rudal berjajar menyisir rapih Bersiaga luncurkan kerusakan perdu berbuih

Kami, Mereka  merasa
Dirampas tawa
Dirampok bahagia
Dijerat airmata
DiJerumuskan kedalam siksa
Dipasung dicakar pisau-pisau berkarat
Dibakar Derita
Dicambuk sayatan luka

Tak cukupkah Mereka tuk mengantongi  nafas
Sedikit menekuk senyum tanpa ada tangis
Sedikit bersama dalam menjalani indahnya waktu tanpa tangis
Atau hanya tentang siksa Tragis
Yang menyebar mengakar menjadi bau amis

Aih, kedua mata tak tega melihat peluru menembus badan tak berdosa
Bergetar hati saat menyaksikan Mereka yang bertempur di laga
Haruskah kematian yang memberhentikan!
Beratus, beribu, ataukah berjuta-juta jiwa harus hilang melayang!
Sementara amunisi masih tertampung berton-ton di gudang Kezhaliman
Sementara tangan-tangan Ar-rard  sudah di abaikan dalam keyakinan
Masih, Mereka yang bergugu keras tanpa lugu

Setelah hidup dan mati bertaruh di permandingan
Mayat-mayat menjadi bangkai bilangan
Airtangis kini mengering bagai disapu ombak berlian
Mata kami sudah buram membedakan. Hitam dan putih yang berselimut menyatu lembut berceceran

Hapuslah kata “Surga”
Perjelaslah sketsa “Neraka”

Kurangkah jeruji  yang membingkai Frofan waktu
Hingga harus bidik panah menyambar Mencakar, morobek, menembus, membakar
Ya, Kami menangis..
Menyaksikan darah kian mengalir deras
Seperti di musim penghujan yang sadis
Nyawa-nyawa belia, tua, muda tak mengenal usia
Kini melayang menoreh luka akhir hidupnya ..




31
May

Temu Penulis

Dikirim oleh Afrilia Utami dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Afrilia Utami



            TASIKMALAYA, Segar sekali nampaknya bertemu dengan beberapa Komunitas Jurnalistik kota Tasikmalaya. Kehadiran Bapak Iip Yahya bisa di bilang sebagai Bintang Tamu dalam acara yang diselenggarakan di SMAN 2 Pasundan Kota Tasikmalaya (29/05), tentu masih banyak pula Bintang Tamu lainnya. Bersama Kang Duddy, Kang Bode pula, dan lainnya. Kegiatan ini mengulas tetang “menulis” bersamaan di perkenalkan Buku yang sudah terbit yang berjudul “Oto Iskandar di Nata” Karya Pak Iip Yahya. Tak lupa, banyak juga pelajaran yang tertampung dalam acara ini.

            Ternyata antusiasme dari berbagai Komunitas yang hadir dalam acara ini cukup besar, seperti beberapa Komunitas Jurnalistik yaitu Komunitas Koper Juara, Baju Kopral, SOCA, Teater Pelajar Tasik, Journalist Student Club (JSC),termasuk NG (Nedutas Genial). Meski secara Pribadi saya belum cukup mengenal dekat dengan Komunitas lainnya. Namun dalam acara ini terasa sekali kehangatan, terbungkus cukup asyik dan menarik. Dalam penjelasan Buku karya Bapak Iip Yahya, yang menceritakan seorang Pahlawan Nasional yang berasal dari Tanah Sunda. Ya, ternyata setelah di ulas secara terperinci begitu besar Jasa-jasa Beliau (Oto Iskandar di Nata).

“Menurut Saya Paguyuban Pasunda zaman Oto itu adalah kejayaan Orang sunda. Perlu kita tahu bagaimana menejmennya paling hese-hesena ngahijikeun orang sunda, khan sunda ayeuna mah pa aing-aing karena sikapna huma atau lain-lain. tapi mengapa zaman Oto bisa? Berarti ia sudah menemukan kunci-kuncinya. Tapi di buku saya belum ada, nanti saya akan menulis di buku saya khusus tentang menejmen kepemimpinan Oto”  Ujarnya menerangkan (Pak Iip)

Lalu butuh berapa lama Bapak bisa menerbitkan Buku ini?

“Sekitar Setahun, ada tehniknya. Nanti anda kalo Kuliah Jurusan sejarah. Ada tehnik penelitiannya, bagaimana mencari data, bagaimana mencari dokumen.”

Pesan amanat apa yang anda ingin sampaikan kepada Para Pelajar ataupun pembaca?

“Orang sunda itu bisa kok dikelola, potensinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang Sunda sendiri dan untuk bangsa Indonesia jadi kalo sekarang potensinya jadi sia-sia seperti jalan bolong dimana-mana segala macem . sedangkan kita selalu bergantung kepada Pemerintah sebenarnya kita gak salah, yang salah Pemimpinnya. Pernah ada loh pemimpin sunda yang bisa, tidak tergantung pada Pemerintah, dulu bisa kok. Bikin sekolah Pasundan tanpa Pemerintah kenapa sekarang gak bisa? Lalu kenapa sich Oto bisa? Nah, itu yang saya akan tulis di buku selanjutnya tentang menejmen kepemerintahannya.

Lalu setelah Buku ini berhasil terbit bagaimana Pendapat Mereka tentang Buku ini?

“Buku saya di anggap bagus, kalo bisa di lihat di depan ini Profesor  dan dibelakang ini Dokter, ya orang lain bilang bagus, saya bersyukur. Ya, gak kacanganlah. Nanti saya minta masukan juga dari ade setelah membaca buku ini, tapi yang sudah biasa katanya jadi nafsu (positive)”

 

                Dari sana dapat disimpulkan, secara garis besar Suku Sunda pernah berhasil, dan menjadi Tokoh hingga Negara lain pula, berkat kepemimpinan Oto Iskandar di Nata.  Memang zaman atau saat kajayaan Oto Iskandar di Nata, memang Sunda bisa dibilang sudah sangat berhasil. Berharap saja, secepatnya kita mendapatkan Pemimpin yang tidak beda jauh dengan Beliau (Oto Iskandar di Nata) memang nyatanya sulit di zaman sekarang ini. Hampir di pandang dari sudut seberapa keuntungan Materi yang bisa di peroleh.

                Sesudah Seksi Tanya Jawab, kamipun sempatkan tuk berphoto bersama Bapak Iip Yahya. Dan meminta tanda tangan pula. Karena durasi waktu yang sudah mencapai akhir batasnya kurang lebih pukul 12.11 acara ditutup, di lanjutkan oleh Kang Duddy yang sudah siap siaga memasang senyumnya seperti biasa meski dalam kondisi yang kurang baik. Tetap saja selalu semangat terlihat. Membuat kami para tim NG menjadi lebih semangat. Adapun kabar baik, berencana dalam tahap-tahap dekat Kang Duddy akan membuat media publish cetak serupa Megazine versi MataPelajar. Juga disusul Juni insyaAllah akan di adakan serupa pesantren kilat Jurnal. Jujur kami sangat senang atas beberapa usulan rencana, baikpun sebelum awal acara Kang Duddy yang telah bersedia mengundang kami, “Fril Sabtu jangan lupa datang ya, di SMA Pasundan?” pesan dinding(fb) Kang Duddy. Baik akhir acara yang menyempatkan waktu tuk berbincang. Meski dalam keadaan terburu-buru, (Menjadi Juri Baca Sajak Sunda). Terimakasih Kang Duddy, atas kesempatan yang sudah di berikan. Salam NG (Nedutas Genial).

 

 (Ya, beginilah NG menyambar alat Multimedia untuk mewawancarai Pak Iip Yahya)

 

























31
May

OTISTA BUKAN SEKEDAR NAMA JALAN

Dikirim oleh Wildan Nuruzzaman dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Wildan Nuruzzaman

 

30
May

Antara Keamanan dan Kekuasaan !!

Dikirim oleh Nedutas Genial dalam Mata Aksi

Ditandai pada: Untagged 

Nedutas Genial

 

 

Berpikuk derajat haluan
Bersapa dinginnya beban
Ya itulah mereka yang mengemban
Tugas mayoritas jaga ketertiban
Jasa mereka mungkin besar
Selama benar Rakyat terlindungi
Sedikit berkecoh tanya
Soal seberapa Moral dan Keadilan
Hukum Negara yang masih di tegakan
Alibi mereka seperti “ya”
Bergugat pada barang bukti
Entahlah apakah transaksi Di gunakan dalam sumpah janji
Bebaskan yang ter-eksekusi
Lindungi keadilan hukum gergaji
Ataukah doktrin-doktrin yang terpaksai
Seolah kampak yang bersimbol Hukum Republik yang Bereformasi
Miskin terinjak
Kaya berbijak ternak
Hingga tikuspun banyak beranak
Di perkotaan ataupun di Pedesaan
Nampak pertukaran alih jabatan
Saling beradu pacuan
Kejujuran semakin sulit dicari
Di antara para penguasa yang mewakili diri
Kita yang terwakili
Seperti tak terwakili sama sekali
Sudahlah bagaimana Moralitas rakyat ini
Jika hanya di pupuk tipu muslihat semata
Di suapi kemalasan bertubi-tubi
Berharap saja
Masih ada Pemimpin baik hati
Tidak sombong, jujur diri
Tak lupa iman bersarang di benak sanubari
Hingga aturan dunia tak sedikit melenceng
Dari aturan Agama pula ...

































Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags