|
|
Mata Aksi
Don't care please!!!!!!!! Taukan artinya don't cry ??? itu tuh jangan menangis,ngomong-ngomong soal nangis,kita pastinya pernah nangis dong? baik itu yang sedih maupun yang senang.Misalnya dapat sesuatu yang sangat berharga bagi diri kita sehingga kita meneteskan air mata,ataupun kita diberi tahu bahwa orang tua kita mendapat musibah otomatis kita langsung nangiskan? walaupun gak semuanya sih! tapi kalau nangisin pacar, yang belum tentu jadi jodoh kita buat apa coba nyengsarain diri aja! banyak di zaman sekarang cuma gara-gara putus cinta,ataupun apalah hal sepele yang gak perlu ditangisin eh....!malah ditangisin. Buat orang-orang yang seperti itu coba deh ngikutin tips-tips dibawah ini: 1. Jangan mengingat-ngingat kejadian yang bikin kita nangis 2.ingat yang senang-senangnya saja 3.kalau susah,hiburlah diri dengan sesuatu yang bikin bahagia 4.buatlah jadwal yang bikin kita lupa sama hal itu Nah mudah-mudahan tips di atas bisa membuat kita menjadi tegar dan lebih baik lagi, otre!!!!!!!!!! |
Sekolah berbahasa mandarin MA PUI Cijantung merupakan salah satu sekolah swasta di Ciamis. Sekolah ini sama seperti sekolah lain ada pelajaran bahasa asingnya, selain b.arab dan b.inggris disini ada b.mandarinnya loh! MA PUI Cijantung adalah sekolah pertama di ciamis yamg memelajari b.mandarin dari tahun 2002/2003. Ada beberapa orang menyatakan b.mandarin itu sulit apalagi cara menulisnya(hanzi), ah...tu sih kalau gak belajar, ya kalau ada kemauan pasti bisa kok! Nah,disekolah ini mengajarkan kepada muridnya untuk bisa berbahasa mandarin. Apalagi kalau kita sudah menguasai betul b.mandarin kita bisa ikut program beasiswa untuk belajar ke Beijing Cina. Kalau keterima enakkan bisa belajar di luar negri. |
Hari Kamis (04/04) SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya, melaksanakan lomba madding se-Periangan setingkat SMP. Lomba inipun mendapat cukup antusias dari SMP lainya. Tim kami (Nedutas Genial) mengikuti perlombaan tersebut. Banyak sekali manfaat yang terasa ketika detik-detik pelaksanaannya. Dua hari sebelumnya Tim kami harus menguras pikiran tuk memikirkan konsep terbaik untuk dapat memenangkan Perlombaan ini. Terpaksa kami selalu pulang telat, demi pembuatan dan persiapan. Banyak pula dukungan dari guru-guru dan siswa-siswi yang mendukung kami. Sehingga kami bisa lebih optimis dapat melakukan. Yang terpenting bukan seberapa tingkat kejuaraan dan hasil yang kami sangat harapkan, tapi proses yang terpenting, kita sudah mencoba seoptimal mungkin semampu yang kami bisa. Lika-likupun terasa ketika salah satu konsep belum lengkap kami harus berpikir berulang-ulang kali, karena kami tidak ingin mengecawakan Nama Sekolah dan Organisasi kami. Saya secara individual berusaha sekeras dan sebisa yang saya mampu. Dan adapun syarat yang membuat saya bingung yaitu 60% harus dari bahan bekas, kamipun memutar balik pikiran lagi. Kamipun sepakat hanya membeli Lem, Kertas Kado Batik, dan Gabus sebagai alat penimbul tulisan. Yang lain kami kumpulkan yang ada di rumah tanpa membelinya. Setelah semua terkumpul, kita sepakat tuk memakai beberapa yang telah terkumpul. Di tambah 100% harus bahan mentah. Mading kami bertema “Melestarikan Kembali Budaya Indonesia” Setelah hari H tiba, kami merasa sangat khawatir, dan rasa peseimis itupun kembali hinggap di pikiran kami, tapi saya sebagai Pimpinan Redaksi berusaha agar anggota dapat menjadi semangat kembali. Detir keringatpun tertuah, belum perasaan yang sangat khawatir. Saat itu memang sebenarnya ke adaan fisik saya yang kurang sehat, namun saya berusaha tuk bisa dan tak menghiraukannya lagi. Lalu kamipun mengambil no. urut kelompok dan kami mendapat no. 1 untuk kelompok kami. Disana sempat terjadi kekeliruan karena banyak artikel dan photo yang belum sempat kami kumpulkan termasuk photo personil kami. Kamipun berusaha sebisanya agar semua dapat menutupi kekurangan yang ada. Setelah alarm berbunyi menandakan di mulainya perlombaan ini. Tiba-tiba sempat blank, namun kita sudah membicarakannya berulang-ulang kali . layout dan hiasannyapun secara spontan tercipta. Dan akhirnya jadilah madding kami. Dengan di dasari oleh kertas Kado Batik dengan alas an karena batik ini peninggalan warisan leluhur kita, dan telah di Klaim oleh beberapa Negara. Untuk itu kita sebagai generasi penerusnya harus bisa melestarikan kain Batik Tulis kita, dan fashion baju yang lagi popular dan di minati Bangsa ini malahan yang berbau budaya asing. Semestinya kita bangga kepada Batik, yang jelas-jelas asli Indonesia. Saya hanya berpesan kepada para bangsa pemuda dan pemudi “Kita harus bangga kepada budaya kita sendiri, belum tentu mereka bisa seKaya, seKreative Negara kita INDONESIA yang mempunyai ragam suku dan budaya” dan untuk para WAKIL RAKYAT “Saya masih bimbang, katanya wakil rakyat, seharusnya dapat mewakili rakyat dan menjadi teladan bagi rakyat. Bukan Jas hitam termahal yang harus di banggakan! Wakil rakyat pula harus mewakili rakyat, mayoritas Rakyat kita sengsara. Wakil Rakyat bisa lebih tidak mengerti minimalnya hidup sederharna seperti para Rakyat biasa. Bukan dengan fasilitas bermewah-mewah!” Sesudah dasarnya, kita pikirkan kembali pinggir-pinggirnya. Ada serutan bekas kayu. Akhirnya kami sepakat menjadikan serutan ini sebagai hias pinggirnya. Walau memang mengunting-gunting hingga kecil asalnya panjang-panjang tapi kami berusaha tuk lebih sabar. Mengapa kami memakai serutan bekas kayu “Kita tahu Negara kita adalah Negara yang hijau gemah melimpah SDA sehingga dahulu Negara ini di jajah, namun karena kita sebagai Bangsanya sendiri tidak tahu cara memanfaatkannya se-Maksimal mungkin. SDA dan Indonesia perlahan rusak. Kejadian yang merengut nyawapun sudah menjadi hidangan di telinga kita. Coba kita dapat merubahnya dengan cara hal yang terkecil. Menanam minimalnya 1 pohon di rumah atau sekolah.” Untuk artikelnya kami mengambil : Wayang Reog Ponorogo Tari Pendet Angklung Rasa Sayange Keris Itu hanya sebagian dari kebudayaan kita yang telah di klaim Negara tetangga “MALAYSIA” so, kita sebagai Bangsa pemilik warisan, apa yang mesti kalian perbuat!? Apa diam saja atau bangga dengan gaya Budaya dari luar?! Setelah itu karena waktu yang tidak mencukupi, terpaksa kami harus cepat membuat Naskah Utama, meski tidak complete kami mencoba se-Maksimal mungkin. Kamipun tak lupa membawa photo gambaran Artikel tadi bertujuan agar selain dari latar belakang, ada pula gambarannya. Kami harus mencari Printer, agar Photo bisa tercetak. Saya untungnya membawa banyak kertas photo. Kami sengaja artikel, dan semua karya tulis memakai cara manual yakni, tulisan tangan agar mempunyai kreativitas lebih. Setelah waktu menandakan habis, kami tak berhenti berdo’a. Dan Alhamdulillah Tim kami masuk Finall. Dengan perasaan penuh haru dan juga bahagia, serasa tak percaya. Untuk babak finall kami harus melakukan Presentasi dengan hasil Mading kami ini. Yang menjadi juri yakni, Kang Duddy RS, salah satu redaktur Koran Priangan, dan Pak ?? (Maaf lupa lagi jika tidak salah panggilan akrab Kang duddy Kaka) beserta para Panitia dari SMA. Terimakasih atas semuanya yang telah mendukung kami dan mendo’akan kami. Mudah-mudahan kami bisa membawa harum nama Sekolah kami amiiin. Adapun para personil yang terdiri. Personil : 1. Pimpinan Redaksi : Afrilia Utami (Saya) 2. Layouter : Anindya Rakhmaniar 3. Editor : Padu Kemal Pasha 4. Reporter : Afra Hutabara Utari W. |
Hai sobat MATAPELAJAR ? Bagaimana kabarnya hari ini ? Alhamdulillah..Dahsyat…AllahuAkbar !!Sedahsyat Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang dilaksnaksanakan oleh Ikhwah Masjid At-tajdidiyah (IMADA) yang bekerjasama dengan Iqro Club Kab.Tasikmalaya.Kegaiatan ini dilaksanakan selama 2 hari,yaitu sabtu dan minggu 6 – 7 maret 2010.Manurut Ijang Awaludin yang duduk di XI IPA 1 selaku ketuplek alias ketua pelaksana kegiatan mabit ini bertujuan untuk memperat silaturahmi antar anggota,sebagai sarana pelatihan ruhaniah dan jasadiah serta sebagai pengkaderan anggota. Kegiatan diikuti oleh anggota kelas X dan XI sebanyak 30 orang.Tema mabit kali ini dalah “Indahnya Ukhuwah Islamiyah” yaitu persaudaraan sesama muslim yang dipengruhi rasa cinta,kasih sayang dan saling menghormati yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah.Nah..ba’da shalat Isya peserta diberi taujih atau materi oleh Ust.Endang Bahrum yang juga ketua Iqro Club Kab.Tasikmalaya.Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini.Nah..sobat MATAPELAJAR punya teman dekatkan ?Apa yang melandasi persahabatan itu ? Apakah termasuk Ukhuwah Islamiyah atau ukhuwah Jahiliyah ? Sobat,menurut Imam Hasan Al-Banna Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati seseorang dengan yang lainnya dalam bingkai aqidah Islam.Apakah kita sudah seperti itu ? hal tersebut dapat kita jawab oleh diri sendiri.Karena Ukhuwah Islamiyah itu sifatnya abadi (tidak terbatas) dan universal sedangkan ukhuwah Jahiliyah sifatnya temporer. Malam semakin larut namun hal tersebut tidak membuat semangat peserta menjadi mundur.Teriakan takbir menjadi penyemangat yang dahyat.Sekarang gimana sich caranya supaya Ukhuwah Islamiyah awet ? Mau tahu,kan ! Caranya,di antaranya: Ø Memanjatkan do’a untuknya sekalipun berjauhan atau saling berpisah.Karena,do’a untuk teman kita sebernarnya doa’a untuk kita juga. Ø Jika berjumpa,berikanlah senyuman dan muka yang manis.Jangan lupa ucapkan salam. Ø Berjabat tangan bila bertemu,sesama jenis. Ø Saling kunjung- mengunjungi. Ø Menyampaikan ucapan selamat berkenaan dengan sukses yang dicapainya. Ø Memberikan hadiah pada saat-saat tertentu. Ø Memberi perhatian terhadap keperluan saudaranya. Ø Menengoknya bila sakit dll.. Nah..itu tips dan trik agar ukhuwah islamiyah kita awet.Acara dilajutkan dengan diskusi sampai pukul 11 malam.Akhirnya kami pun menyulam bulu mata alias tidur sampai pukul 3 pagi. Dingin dan segarnya udara pagi menemani kami dalam balutan shalat tahajud.Kami merasa kedil dihapan Allah,betapa semua makhluk selau bertasbih menyebut nama Allah.Tak terasa waktu,waktu shalat subuh pun datang.Kami shalat subuh berjama’ah dan dilanjutkan oleh muhasabah yang di pimpin oleh Akhi Alo Didi.Kata-kata dalam muhasabah sangat menyentuh, tak sedikit peserta yang menagis menitikan air mata penyesalan.Sobat,seharusnya kita renungkan apa tugas kita kedunia ini ? Dan apa yang telah kita perbuat ? Itu semua hanya dapat dijawab oleh diri sendiri.Setelah muhasabah kita membaca Al-ma’surat dan tilwah bersama. Sekitar pukul 06.30 setelah ruhaniah kita di berikan makanan maka jasadih pun harus diberi makanan dengan olahraga bareng..dan yang tak kalah pentingnya adalah sarapan pagi he..he....Karena pepatah mengatakan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,dan Syaikh Hasan Al-Banna menempatkan qawiyyul jism (kekutan fisik) pada urutan pertama dari 10 karakteristik kader dakwah.Karena kewajiban dakwah dan ibadah tidak mungkin ditunaikan sempurna tanpa badan yang kuat.Betul.. Pukul 08.00 dilanjutkan dengan Out Bond.Peserta dibagi dalam 5 kelompok,yang terdiri ketua dan peserta.Out Bond ini ada 4 pos yang harus dilewati dan di pos terakhir yaitu pos halang rintang. Kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa diakhiri secara resmi pukul 12.00 siang.So..Jadikan pengalaman dan ilmu sebagai bekal dalam dakwah.Tarbir...Allahu Akbar...! Wildan Nuruzzaman XI Exact 1 SMAN 1 Ciawi-Tasikmalaya |
“Exam for study”, bukan “study for exam” Ujian Nasional. Suatu kata yang sudah sangat akrab di telinga kita,. Karena bisa di pastikan,bagi kita para pelajar SMP maupun SMA sederajat pernah mengalami yang namanya Ujian Nasional. Ujian Nasional tahun ajaran 2009-2010 akan dilaksanakan pada tanggal 22 Maret s/d 27 Maret bagi pelajar SMA, dan tanggal 29 Maret s/d 02 April bagi SMP. Nah, bagi sobat sabasakola yang saat ini duduk di kelas akhir, kelas IX ataupun kelas XII , sudah berapa persen sih persiapan kalian untuk menghadapi Ujian Nasional kali ini? 75% , 90% , atau mungkin,baru 0% alias belum sama sekali ? waah gawat tuh kalau prepare-nya belum ada sama sekali. Secara, Ujian Nasional tinggal menghitung hari, jadi bagi kalian yang tahun ini merupakan siswa kelas akhir, harus sebisa mungkin mempersiapkan diri mulai sekarang. Sebenarnya, untuk apa sih diadakan ujian? Bukankah dalam kenyataannya,banyak sekali pelajar yang merasa terbebani ketika menjalani ujian. Seakan akan ujian adalah suatu musibah yang menimpa kita sebagai penuntut ilmu. ( Bener kan ? Hayoo ngaku aja deh…). Kita ambil contoh kecil yang kerap terjadi di kehidupan para pelajar. Ketika seorang guru masuk ke kelas, lalu dengan tiba-tiba mengatakan. “ Siapkan alat tulis dan selembar kertas, perlengkapan lain beserta tas disimpan di depan. Hari ini kita ulangan!!!” pasti dengan hati yang tidak menentu, deg-degan, dan juga menggerutu,dengan terpaksa kita melakukan semua perintah itu. Pernahkah terdengar, ketika ada ujian mendadak, lalu seorang murid dengan tenagnnya berkata “alhamdulillah’hari ini ulangan mendadak”. Pernahkah ? Jawabannya. Tidak. Karena pada dasarnya, mayoritas pelajar akan merasa terbebani ketika mereka harus berhadapan dengan yang namanya ulangan, evaluasi, ujian, atau apapun itu namanya. Ketika harus menghadapi ujian,secara tidak langsung seorang murid dituntut untuk belajar dengan porsi yang lebih dibandingkan dengan porsi belajar mereka di hari-hari biasa. Sebenarnya, ujian atau ulangan, tidak akan menjadi se-menyeramkan itu apabila kita sudah prepare (mempersiapkan) diri kita sebelumnya. Baik dari segi fisik, otak, mental, maupun spiritual. Semua hal tersebut harus ada di diri kita sebagai pelajar, sehingga tidak akan ada lagi kebimbangan ketika kita dihadapi dengan ujian. Jangan sampai,kita hanya belajar dan mempersiapkan diri kita ketika ada ujian saja.Itu artinya kita telah melupakan tugas utama kita sebagai pelajar. Semua pasti tahu, tugas utama seorang pelajar adalah belajar setiap saat, setiap waktu. Belajar harus dilakukan bukan hanya ketika ujian saja. Jadi salah besar jika kita punya pemikiran “Study for exam” (belajar untuk ujian). Ujian mempunyai beberapa fungsi , antara lain sebagai tolak ukur. Dengan adanya ujian kita bisa mengetahui sejauh mana kemampuan kita selama ini,sebanyak apa materi pelajaran yang kita kuasai. Begitu pula dengan Ujian Nasional (UN) ,dengan UN, para siswa dapat membandingkan kemampuan belajar mereka di tingkat nasional. Apakah kemampuan kita sudah bagus ,ataupun sebaliknya. Seperti dalam kehidupan yang tidak akan pernah lepas dari ujian dan cobaan. Kehidupan pendidikan pun seperti itu, tidak akan pernah lepas dari ujian, dan salah satunya, ya, UN ini. Dan kita harus menyadari, bahwa sebagai murid sekolah, otomatis tidak akan pernah lepas dari hal-hal tersebut .Namun tidak cukup hanya menyadari saja, kesadaran kita tentang ujian yang pasti datang harus disertai dengan persiapan, yaitu belajar tadi. ”Bil imtihaani yukramul mar’u au yuhaanu” dengan ujianlah seseorang itu dimuliakan atau dihinakan. Kita bisa mengetahui keberhasilan kita melalui proses ujian,kita bisa maju ke tingkat yang lebih atas pastinya setelah melewati proses ujian juga. Dari tingkat TK ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA , dan seterusnya.dengan ujian pulalah kita bisa mengetahui kekurangan kita yang harus kita perbaiki di masa selanjutnya. Demikian pula sebaliknya, tanpa adanya ujian kita akan tetap fakum di satu titik saja . Kita tidak akan pernah berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan kita karena kita tidak tahu apa saja yang harus kita perbaiki. Waah ternyata banyak juga ya manfat ujian. Untuk itu, dari sekarang, ayo deh kita sama-sama buang jauh-jauh pemikiran bahwa ujian itu menyulitkan, bahwa ujian itu musibah. Dan mari, kita persiapkan diri kita untuk melewati semua ujian tersebut. Demi kemajuan diri kita juga lho!!! Khusus buat sobat Sabasakola yang sebentar lagi menghadapi UN, good luck ya, may god bless you!!! Dan ingat… “exam for study” bukan “study for exam” oke!!! Tania Febryani Nufus XI @ MA PUI Cijantung Baju kopral 2010 |
MTs DARUSSALAM Ciamis kembali menggelar Turnamen Bola Voli Darussalam Cup IX tahun 2010. Kegiatan ini mulai dilaksanakan tanggal 7 Februari sampai 7 Maret 2010. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan MTs Darussalam. Jumlah peserta pada kegiatan kali ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun kemarin. Jumlah peserta yang tampil ada 88 tim, 54 tim putra dan 34 tim putri. Sorak sorai membahana mengisi setiap ruang udara di gedung Nadwatul Ummah Pesantren Darussalam Ciamis, bahkan suaranya terdengar di seputar Kampus Pesantren Darussalam. Itulah suara para supporter yang mendukung tim kesayangannya masing-masing pada laga terakhir (baca: final) pertandingan bola voli tingkat SD/MI se-Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, Ahad (7/3) kemarin. Final pertandingan ini dimulai sekitar pukul 13.00 wib. Tampil empat kontestan yang merupakan tim andalan, tim yang sudah memperlihatkan kehebatannya pada pertandingan sebelumnya, yakni SDN 2 Margajaya dan SDN 1 Sidamulya (putri) dan SDN 1 Margajaya dan SDN 1 Sukamukti (Putra) dan disaksikan ratusan pasang mata yang dengan semangat, terus mendukung tim kesayangannya untuk mendapatkan kemenangan. Kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat. Bagi para peserta, ini merupakan ajang untuk mengembangkan kreatifitas, meningkatkan kemampuan dalam bermain voli. Selain itu, kegiatan ini dapat pula dijadikan sebagai motivator dalam mengembangkan kualitas sekolah, kreatifitas guru --terutama guru olah raga--, dengan mengikuti ajang ini, para pelatih dapat menilai sejauhmana perkembangan anak didiknya setelah melewati latihan yang panjang. Baik dan buruk hasil yang diperoleh, harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk terus mengembangkan talenta siswanya di sekolah masing-masing. Bagi pengurus OSIS dan MPK MTs Darussalam, turnamen ini dapat dijadikan sebagai ajang latihan, mempersiapkan diri menyongsong masa depan yang lebih baik, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang --itulah sebuah pepatah mengatakan--, apalagi MTs Darussalam memiliki visi “memiliki keunggulan kepribadian dan jiwa kepemimpinan secara kaffah”, yang salah satu misinya adalah membangun motivasi dan bakat individual. Selain itu, pengurus OSIS, melalui even ini --baik terasa ataupun tidak-- dapat melatih mental, melatih kedisiplinan, konsentrasi dan sebagainya. Sikap kedisiplinan ini merupakan sikap yang sangat diperlukan, hari ini, esok dan yang akan datang. Terbukti, dengan even ini, Pengurus OSIS yang merupakan bagian dari Panitia kegiatan mengungkapkan secercah makna yang dapat diambil. Seperti yang diungkapkan Emil Nurjamil Permana (12) “Sang Ballboy Sejati” mengatakan TBV --istilah mereka untuk menyebut even bola voli-- dapat menambah kebersamaan, mandiri dan soliditas, “Semangat, tetapi pas kadieuna mah rada gitu lah, tetapi rame juga”, ujarnya. Celoteh lain diungkapkan oleh Ihsanul Hak Karyana (13) yang bertugas menjadi scoring sheets. “TBV ini dapat menambah kebersamaan, kesolidaritasan, rame weh pokona mah jeung rada-rada cape”. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa TBV kali kalah seru dibandingkan dengan tahun kemarin. Ia juga menemukan berbagai kejadian --yang dia anggap-- lucu. Curhatan lain disampaikan oleh Rezky Ramadhan Gunawan (13) yang juga memegang scoring sheets. Ia merasakan bahwa kebersamaan merupakan hal yang sangat diperlukan dalam hidup ini, melalui TBV ini ia bisa merasakan hidup itu tidak boleh saling mengandalkan, punya tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi butuh kebersamaan. Ketika pertama kali, ia merasa sedikit kurang percaya diri, karena belum mempunyai jam terbang yang bagus, sedikit grogi dan takut ada kesalahan. Lama kelamaan, terbisa. “From zero to hero” ujarnya. Bagi para supporter, tentu ada bingkisan yang menarik yang disediakan panitia dengan mengundi nomor tiket. Setiap pertandingan --mulai pertandingan pertama-- selalu ada hadiah menarik yang disiapkan. Untuk pertandingan final ini tentu lebih istimewa dibandingkan dengan doorprize pertandingan sebelumnya. Panitia menyediakan dispenser dan kompor gas untuk mereka yang beruntung. Hadiah yang sangat menggiurkan. Pertandingan berakhir sekitar waktu ashar. Dengan berbagai strategi yang digunakan, serta dukungan dari para supporter, akhirnya SDN 1 Sukamukti (putra) berhasil menumbangkan SDN 1 Margajaya (putra) dengan skor 3:0. Begitu pun SDN 2 Margajaya (putri) dapat mengalahkan SDN 1 Sidamulya (putri) dengan skor 3:0. Setelah itu, kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala MTs Darussalam, Bapak Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ag. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan rasa syukur, peserta lebih banyak dibandingkan tahun-tahun kemarin. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian motivasi oleh Mr. Atsushi Sano, Staf Khusus Duta Besar Jepang untuk Indonesia. Beliau mengatakan tentang serunya pertandingan, bisa mengetahui tentang voli, rame, dan adanya supporter fanatik. Selain itu, beliau memberi motivasi untuk lebih baik, dan lebih kompak* Miftah Farid Cjf (Baju Kopral) M Irbad Nurzaman (Kelas IX PK MTs Darussalam, Ciamis)
|
|
|
|
|
|