Mata Pustaka

13

Feb

Sang Penghadang!
yensus   

  Penulis     : Taufiq Tan

 Penerbit   : Manhaj Publishing, Depok

 Isi                : 273 hlm, 11 x 19 cm

"...Alhamdulillah, hingga detik ini aku tak sungguh-sungguh menjadi katolik. Tak pernah mengganti Allah dengan Yesus.  Aku telah memilih jalan Islam, hidup-mati dalam Islam. mereka boleh meragukan akidahku, tapi aku tak pernah ragu memilih tempat berdiri. Selama ini aku shalat sembunyi-sembunyi, di dalam WC atau kamar mandi, atau sesaat menjelang tidur ketika semua lampu telah di padamkan. apapun posisiku dalam jihad ini, itu pasti untuk membela Islam. Kuhadang setiap rencana musuh-musuh Allah dengan caraku sendiri... "

Sekilas, pembaca dapat mengidentifikasi tema spionase agama dan Islamophobia para pemuka Kristiani yang diusung dalam "Sang Penghadang". Di Indonesia, jarang sekali ada fiksi Islami yang ditulis secara objektif dan diramu berdasarkan fakta sejarah namun tetap menghasilkan cerita dengan alur dan bahasa yang segar. Selain itu, Tufiq Tan telah berhasil mengkristalkan agitasi isu pemecah-belah umat melalui deskripsinya di Pemakaman Katolik Taman Eden bahwa seorang muslim telah terkubur di antara jasad-jasad pengikut Yesus. Sayangnya, novel ini agak mbeling dari kaidah Point of View sastra Indonesia. Dalam "Sang Penghadang", narator mencampuraadukkan beberapa sudut pandang dalam alur yang sama. Sesekali ia menggunakan sudut pandang orang pertama, sesekali sudut pandang pelaku sampingan dan terkadang narator berkisah dengan identitas lain yang sama sekali asing. Memang, tekhnik penulisan macam ini pernah sukses membawakan beberapa novel lain seperti "Mahasati (Qaris Tajuddin)" dan "Siluet Senja (Ria&Hafidz)". Tapi tetap saja, meski dalam senseyang sama "Sang Penghadang" jadi terlihat aneh dan terkesan memaksakan chemistry cerita. Meski diakui, bahasa yang lancar mengalir bisa menjadi katakunci emosi pembaca. Dan terpenting, agaknya narator yang seorang fundamentalis tidak mempublikasikan karyanya untuk kepentingan komersial semata. Lebih dari itu, sang narator ingin memperbaiki standar penglihatan orang Indonesia terhadap eksistensi Islam murni dan jaringan missionaris yang terlampau hiperbolis di Era Orde Baru.

 

 

 

23

Jun

KEMARIN ADALAH SEKARANG
dicky maulana   

KEMARIN ADALAH SEKARANG

karya:DICKY MAULANA

SMPN 1 PANUMBANGAN

 

aku telah pergi nanti sore

dan pulang ketika ku undang semua jerit

menjadi satu dan bersama ketika hari terlewat

dan kembali datang pada sekarang 

yang kian bersama disaat ufuk mulai tengadah

berguyam dengan cahaya yang begitu semerbak

 

dan kemarin adalah hari ini

menjadi berlilit sekarang tak menjadi kembali 

ataukah mati disaat kita merindu

dan kecup kaki disaat kita menggupuk.

menjadi satu dan rayu

mencumbu manik kata manis

 

besok akan ku undang mentari

agar bisa bersenggama

mencium manis langit

sebagai jurit dan tangis

yang membubut diatas khatulistiwa

dan terbangkan atmosfer diatas angkasa raya

 

ketika gurat tangis mega 

menjadi tajam karena marah 

dan menusuk ari tanah

menjadi lumat karena  aserakah

dan kembali mengedur karena kemarin telah berganti sekarang

 

dan aku lupa disaat puput rindu cinta

menjadi sejuk kala di elus mesra

dan kian berganti mimpi dan nyata

ataukah pulang kembali disaat Mata terbuka dan kembali kealam nyatA

.

 

 

01

Jul

Kasus HIV/AIDS di Indonesia
Ronal Fores Estopan   

AIDS

Tingginya kasus penyakit HUMAN IMMUNODEFICIANY VIRUS/ACQUIRED IMMNUNE DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS),khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya  akibat pergaulan bebas.

Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia,termasuk Denpasar menunjukan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan  hubungan sexual.

Di kota Denpasar dari 633 pelajar sekolah menengah tingkat atas(SLTA) yang baru duduk di kelas 2, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan sexual .

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%.

Data Statistik Nasional mengenai penderita HIV/AIDS Di Indonesia menunjukan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tahan tubuh pada usia remaja.

Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.

Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Februari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia  15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang , usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.

Semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa,cukup banyak permasalahn kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja . oleh sebab itu pengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidikan(konselor) sebaya menjadi sangat penting.

Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peran serta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi.

Materi referensi : http://ninahamzah.wordpress.com

 
More Articles...
«StartPrev1234NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags