Mata Puisi

22

Aug

Menyambut Sang Iklim
Yeni "Yensus" Susanti   
Grhrooa...

One billion people in extreme proverty: Khayamath! Khayamath!

Bumi layu...

Ozon keropos dilubangi ketamakan...

Dan hydro-orologos berdeposisi

Orang berjas menyebut itu ‘ambang perubahan iklim'

Hingga monyet pun turut larut dalam environmental issues

 

Awalnya...

Karena tidak lebih panas tidak lebih dingin bumi itu...

Orang ragu pada pameo green house effect

‘Kita akan aman saja' katanya,

Sebab pemanasan global hanya wilayah orang terpelajar

Merekapun lepas tangan

Lalu dimulailah pertunjukan parodi bumi:

Hutan digarong...

Berton-ton emisi lungkrah.

Hanya karena deforestasi dan CFC: Carbon dan Metana tumpah

Ruah melimpahlah hujan asam,

Banjir badai saban hari,

Oseanograf  stress terumbu karangnya mati,

Pun selangkah lagi habis arktik-antartika itu.

 

Barulah sama-sama saling tuding;

Berlagak tidak terima dirinya kriminal

Padahal Part in Crime itu lekatnya se-urat nadi

Nah..

Orang bodoh Masih banyak pembenaran

Tapi orang berdasi lebih-lebih maksiatnya

Sebab tekhnologi ini-itu tak pernah ada yang ramah lingkungan

Jadi...

Pintar-tidak pintar bukan alasan tidak biadab.

 

Akhirnya...

Proletariatan mengamuk bisu...

Planetary emergency! Planetary emergency!

Lalu...

Demonstran alamlah yang meledak-ledak

‘Kasihan badan bumi di aduk-aduk' katanya...

Bagaimana jika porosnya sampai semaput dan rotasinya terhenti?

O...Lihatlah betapa mengerikannya bumi masa depan!

 

Tapi untunglah...

Tidak semua biadab tidak semua rakus

Human solidary in a divided world pun dibentuk

Mereka menamai dirinya friends of the earth

Protokol Montreal dan Protokol Kyoto adalah bom produknya

Afforestasi dan Clean Development Mechanism adalah solusinya:

 

Juga anjuran mobil Hybrid yang merevolusi elite Suvv Fummer,

Dan Bahan Bakar Fosil yang berganti Energi Biofuel,

Atau apapun itu istilahnya yang hanya akrab di telinga orang eropa.

Ya, memang...

Semuanya pionir,

Seperti halnya An Inconvenienth-nya Algoore yang berdaya bius.

Tapi ketika sadar bahwa ekonomi dunia sama lemahnya dengan  lingkungan yang rapuh

Mereka bilang: What we can do about it?

(Kesombongan apapun tak berlaku dalam hal ini)

 

Padahal yang sebenarnya terjadi:

Manusia tahu bagaimana rasanya dipermalukan,

Tapi tidak mau tahu bahwa bumi merasa malu (karena rupa-nya di orak-arik)

Itulah mengapa bumi pun tidak mau tahu pada apa yang di rasakan manusia.

 

Dan...

Pada akhirnya kita akan percaya adanya kehancuran

Khayamath...!Khayamath...!***

 

 

 

  Darussalam, mei 2009

 

27

Aug

if you wanna speak..
Arifah Gandadipoera   
Before you speak,

ask your self,

is it kind

is it necessary

is it true

does it improve

on the silence??
 

15

Aug

Butir Butir sinar
Keikoku'ray   

 

 

 

15

Aug

Besok, apalagi ?!
dwi rusmianto   

A. Dwi Rusmianto


Raung senapan di utara dibungkam
Teriakan gelombang pasang
Sisakan puing untuk memupuk Ladang hijau lima jari

Suara bising menggoyang pantat bulat
Reda setelah pria berjanggut  redam Dengan firman, Diantara ribuan pasang mata yang sibuk mencari pria berkolor saja
Yang menjadi incaran penjaga malam

Tangis bocah terkapar
Sekarat menunggu mati
Dalam darahnya AI mengalir, menari, Dikejutkan teriakan kuta yang kedua

Lalu kontroversi republik 1
Dibidik pucuk bedil
Setelah orang gila bermerk teroris
Kembali bernyanyi dengan irama Instrumen soda api dan Trinitro Natrium Taulena
Seakan menidurkan puncak bintang Itu ada setelah sebelumnya
Izrail panen nyawa dengan alasan Flu Babi

Sementara di kota apel sana,
Pria berbaju besi pesta pantat
Dalam gedung yang mereka namakan DPR
Di sisa riwayat kerjanya

Padahal tempo hari
Ruang sidang menjadi medan perang mulut.

Di ujung tiang Ribuan suara tak henti
Mengutuk situasi


Tasikmalaya, Agustus 2009



 

07

Dec

Malam-malam Tasik
Rizki-ed   

Malam Kemarin


Aku berjalan di tengah-tengah malam Tasikmalaya. Benar kata orang. Kita harus baik pada semua orang.
Aku berjalan di sekitar depan halaman Masjid Agung. Bertopi kuning berkilau tenang, berdiri dengan kekar.
Orang-orangnya seakan punya mata tajam yang keras.
Punya kehangatan diantara jarak yang mereka buat sendiri.
 

15

Aug

Tidur
dwi rusmianto   
A. Dwi Rusmianto

Menggigit purnama
Melingkari mimpi
Dilingkari mimpi
Melemparnya pada serigala
Sebelum pejantan berteriak


Trotoar, 2009
 
«StartPrev12345NextEnd»

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Mata Blogger

mat pajar (53) Mat Pajar
S. A. Deliabilda (17) Delia
awie (30) dwi rusmianto
thanamq (16) than
boy (13) Ai Nurhidayat

Tags