Mata Puisi

26

Aug

Bunga-Bunga Pancasila
yensus   

Pancasila kota, di tengah jalan sunyi para bidadari

 ***

Kemarin, Dalia sakit muntah

Ia bilang padaku, kemarilah, aku ada hadiah buatmu

Kukatakan, kaulah hadiah istimewaku

ada kecewa di sudut matanya, Dalia gusar.

Aku tanya, kenapa??

Dalia malah beringsut

Jangan katakan itu, aku akan mati, tegasnya

Aku terkesiap. Kau hanya muntah, tak lebih dari itu, kataku.

Tapi Dalia berkeras. Bukannya aku takut mati. katanya

Aku merinding. Ketajaman pemikiran jelas terpancar di matanya

Aku pun ciut, persepsi berbalik. Akulah yang sebenarnya takut mati. 

Jadi aku mengerti sekarang, Dalia tengah sadarkan aku dari tipuan kesenangan

Lalu kutanyakan, dimanakah aku bisa sisakan keindahan sebelum mati??

Dalia menatapku lembut.

Di sorga para koruptor, jawabnya. Akan ada seribu bintang di pundakmu jika sorga itu kau bagi rata, dengan kaum pinggiran kota.

O, inilah hadiah terindahku.

Lalu kutarik ujung simpul yang tak pernah terurai,

Esok kami akan mati,

Tentu, jika tak ada lagi luka di teras desa,

Dan kumcup-kuncup kami telah bermekaran di tanah para relawan.***

 

28

Aug

Amarah Motivasi
than   

Kenapa ini terjadi..?
Kau datang dan aku tersingkir
Kau yang selalu aku kagumi
Membuatku tak berarti lagi

Kini ku hanya bisa menyesali
Hadirnya dirimu dalam hidup ini
Aku sangat mengagumimu
Kamu yang sarat prestasi

Tapi tunggu!!
Apa yang terjadi ini
Hanyalah episode kecil dalam hidup ini
Janganlah aku dibuat frustasi

Kini yang terjadi biarlah terjadi
Dan kuakui kau lebih baik disini
Amarah ini akan kujadikan motivasi
Posisi ini akan kuberikan dengan janji :

TUNGGULAH NANTI!!
AKAN KUREBUT INI LAGI!!

Fathan

 
Yang Gemerlap Redup Kembali
Tuesday, 01 September 2009 10:32

 Bertelanjang dada, ia tembus gemerlap kota

Merenggut idealisme metropop

Menggasak naluriku

Memperkosa egoku yang seorang kosmopolit

...

Sundal!

Aku mati, aku mati

Yang gemerlap pun redup kembali

Ciamis, 31 Agustus 09

 

06

Sep

Sepi
than   
Kesepian itu datang lagi Semenjak kau pergi Tinggalkan aku sendiri Hatiku sunyi lagi Kenangan itu.. Terus saja membayangiku Membayangi hidupku Menjerat hiduku Baying tentangmu Selalu terekam di memoriku Mengejar kenangan Memutar memori luas Ingin rasanya aku kembali lagi Pada masa kita masih bersama Memperbaiki dosa - dosaku Yang terlanjur terlaku padamu Nenekku, Rasa sayangku kepadamu Takkan hilang ditelan waktu Takkan lenyap dikejar masa Andai kau masih ada Inginku memanggil dan memelukmu Memohon do’a restu darimu Jalani hidup yang berubah ini Andai kau masih ada Ingin kumengadu padamu Tentang rasa sakit di hati Tentang kesepian ini..
 

18

Sep

mata dan hati
Yat Getooh   
Mata dan Hati
sesuatu yang tak pernah kulupakan dan ku tinggalkan
terkadang mereka bilang mau pa kau?
mereka tau keinginnanmu..
terkadang mereka mau menggapainya
terkadang juga mereka menolaknya
tiap detik kau menolah kemana?
mereka tau kan kebahagiaanmu
terkadang pula mereka tau kebusukanmu
maka di bulan yang berkah ini (Bulan Ramadhan)
relakan mata dan hatimu
tuk bersyukur dan melihat apa yang mesti di lihat
 

01

Sep

Tirani Hukum
yensus   

Aku terpaut jarak antara salah dan tersalahkan

Adil, kata orang kecil

Laksana pelangi, indah sekedar fatamorgana

Semu, bias tipuan

apatah daya,

Tirani getaskan sayap malaikat

 
«StartPrev12345678NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags