Mata Puisi

05

Mar

Bulir Senja Merantau
Afrilia Utami   

 

Indah semua tertatap dulu

Selalu ada nyanyian simponi hidup alam merayu

Sang Mentari seolah tersenyum tanpa bertaruh

Petang langit gelap bulan dan bintang gantikan Sang Surya baru

 

Luas tatap memandang

Hamparan hijau membentang

Berlari dan tertawa riang

Ketika yang di sambut telah datang

 

Gairahku ingin memandangmu ..

Ke elokan yang tak pernah dan takkan pudar berlalu

Esok hari sangat ku tunggu

Tuk kembali nikmati permainan alam biru, senja haru

 

Ingat satu kataku padanya

Jangan kau hilang, jangan kau pergi lenyap

Selalu hadirmu yang buat diri ini bahagia

Bermain semu tinggalkan kesedihan melata

 

Kau berjanji, esok nanti

Kau akan temani hidupku sampai ajal menanti

Kau akan buatku tersenyum di sampingmu detir kata hati

Kau dan aku adalah Seni

 

Sekarang dimanakah Kau??

Apa kau bujukku tuk berlari mencarimu ...

 

Lembaung senja ...

Selalu terharap kembali ada dalam Lingkar waktu

Mengobati semua tanya yang berpilu

Dan menjawab semua ke galauwan hati yang tersapu

 

15

Mar

apakah yang terjadi
ulfah kurniawaty   

aku tak tau apa yang terjadi saat ini

aku hanya terdiam membisu terbujur rasa kaku

mulutku yag terkunci membuatku sulit tuk berbicara....

tuhan tolog lah diri Q

aku bingung dengan keadaan yang terjadi

 

31

Mar

JEJAK-JEJAK ILLAHI
rini   

Agama islam adalah agama pedoman bagi hidupku

agama yang penuh keikhlasan dan kesabaran

didalam agama inilah terdapat cahaya-cahaya kemenangan

yang menapaki jejak-jejak Illahi

dan di antara jejak-jejak itulah aku menapak

menuju sebuah kemenangan

menuju kedalam kedamaian 

yang abadi bersama orang-orang terkasih

rini rahmatul m

ma pui cijantung

baju kopral

 
Dua Hal Berbeda
Wednesday, 31 March 2010 13:55
Kenapa harus ada cinta
Tapi, tak pernah ada ujungnya

Kenapa harus ada dusta
Tapi, tak pernah ditemui pelipurnya

Kenapa harus ada bahagia
Tapi, hanya dia yang punya

Kenapa harus ada kecantikan
Tapi, selalu menyakitkan

Kenapa harus ada wanita
Tapi tak pernah ditemui keadilan yag sesungguhnya

Kenapa harus ada pertemuan
Tapi tak pernah meyakinkan

Kekasih...
Kalau memang ada waktu,
Bentangkanlah dengan lebar sayapmu
Izinkanlah yang dikhianati bahagia
Izinkanlah yang mencintai bisa merasakannya
Dan izinkanlah yang baik menoreh kebaikannya...
 
Sepotong Cinta untuk Dia
Wednesday, 31 March 2010 14:01
Dia sering mengungkapkan perasaanya pada kami
baik yang suka maupun yang duka
sosoknya yang seperti bidadari
telah menjelma kami menjadi seseorang yang sejati
dia yang selalu menyelipkan senyum disela kesedihannya untuk kami
dan dia yang membuat kami yakin
bahwa dunia masih bisa ditapaki

Tapi kini, dia harus pergi
meninggalkan kami dengan setengah hati
membuat kami kembali harus menghadapi dunia ini sendiri

tuhan, kami tahu dia memang harus pergi
tapi kami masih ingin merasakan kasih dari dia yang kami sayangi sedikit lagi...
walau hanya dalam sebuah mimpi
yang mungkin tak akan pernah terjadi...
tuhan, akan kami biarkan
jika senyumnya yang indah itu harus pergi
jika kenangannya yang telah terangkai itu harus terkubur mati
tapi jangan kau habisi cinta yang telah kami rangkai ini untuk dia...sang pujaan hati

"Bu... yakinlah, sayang kami tak akan pernah termakan oleh waktu, kisah kita tak akan pernah hilang diterpa jaman, karena kau adalah bagian dari perjalanan kami dalam mencari jati diri "
 

17

Apr

Menyulam Kata.....Menghamparkan Cerita....
Nurul Azqiya   
Menghempas Keinginan

mungkin kau tak tahu

seberapa lamanya kusimpan

rasa sakit yang telah melubangi hati

setelah kau tanamkan

katamu yang menarik keluar

air mataku


mungkin kau tak tahu

seberapa lamanya kutunggu

kata maaf itu sebagai

pembangkit hati yang tlah layu

karenamu


mungkinkau tak tahu

ku bangkit saat tangan mu

mengulur lembut penuh harap

ku terjatuh saat tangan mu

melepas kasar dan buang muka


mungkin kau tak tahu

sejak rasa peduliku membias

kulupa sejenak dengan rasa ini

kau kembali hadir di sudut mataku

menarik kedalaman hati
dengan senyum khas itu

ada harapan yang terlukis jelas

dimatamu


Kau harus tahu sekarang

aku takkan kembali

meraih tanganmu

Cukup hanya senyumanmu

yang kuanggap pelerai

gejolak hati yang semu






 
«StartPrev12345678NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags