Manusia saat ini sangat memerlukan teladan yang mampu mendorong kreatifitas dan inovasi untuk menata hidup cemerlang dunia dan akhirat, namun di era globalisasi ini rasa-rasanya semakin sulit menemukan sifat keteladanan yang terimplementasi dalam kehidupan seahari-hari. Sering kita melihat diberbagai media yang menyuguhkan tindakan-tindakan yang sangat tercela, mulai dari pemerkosaan, pembunuhan, KKN ataupun kejahatan yang lainnya, itulah yang mengakibatkan kurangnya sifat amanat dari manusia yang mendapat anugrah sebagai pemimpin dan lunturnya. Empat belas abad yang silam, Nabi Muhammad saw wafat, tapi namanya tetap semerbak, terukir abadi didalam kitab suci Al Qur’an sampai saat ini. Sejarah kehidupannya yang jernih tak hentinya mengalir memberikan kesejukkan, mengobati dahaga sekaligus cermin bagi manusia sepanjang masa. melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 Hijriah (9/3) mengingatkan kepada kita semua bahwa sejarah telah mencatat dengan goresan tinta emas mengenai perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW yang begitu luar biasa hebatnya. Dunia yang tadinya terkungkung oleh kegelapan yang teramat sangat, mampu tercerahkan oleh pancaran cahaya dan keagungan beliau. Keluhuran akhlak dan moralitas beliau telah menjadikannya sebagai figur teladan yang paling sempurna, jadi tunggu apa lagi kita untuk melakukan tindakan yang membawa maslahat bersama dan memberikan banyak manfaat bagi semua orang. |
Seringkali kita terkecoh oleh dua pengertian yang jelas-jelas berbeda, kadang kita juga tahu pengertian dari masing-masing kata, tapi dalam perakteknya, kita tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. |
Sejauh ini informasi masih terhampar diberbagai media cetak maupun elektronik . ternyata pelajar yang peduli informasi masih mengerikan. Padahal informasi yang tertuang diberbagai sumber ibarat kompas yang akan menujukan arah dikala kita bingung menentukan arah hidup. Begitupun dengan keutuhan bangsa yang tidak diterangi oleh informasi(pengetahuan), maka cahaya yang menerangi masa depan bangsa akan hanyut dijajah kebodohan.Mengukir pikiran cemerlang saatnya kita tananamkan sejak dini, menjadikan hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Karena sebuah harapan Indonesia Maju telah di depan mata kit
![]() |
Mon 24 Nov 2008 |
|
Nasika CD-SMAN 1 Tasikmalaya
|
|
| |  Nasika Celia Dendi DI mata saya Satas merupakan sekolah yang baik dalam segala hal, terutama dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang pertama saya dapatkan adalah MOS (masa orientasi siswa), kegiatan ini dibuat menjadi sangat unik dan mendidik. Kenangan yang indah.
Pembelajaran tahap awal ini sangat mengutamakan kedisiplinan dan membangun mental yang kuat agar siap menjadi siswa Satas yang baik. |
 Rina Amalia JUJUR, kami tidak begitu suka dengan puisi. Rasanya ada cara yang lebih mudah untuk mengatakan sesuatu daripada lewat puisi. Maka, ketika kami disodori musikalisasi puisi Sapardi Joko Damono yang berjudul “Akulah si Telaga” untuk diterjemahkan ke dalam bentuk video, kami garuk-garuk kepala. Akan seperti apakah video ini di tangan orang-orang yang bukan maniak puisi seperti kami? |
|
|
|
|
|