Mata Hati

24

Aug

Parpol Vs Golput "Sebuah Fenomena Demokrasi"
dwi rusmianto   

   

Belakangan ini dua fenomena besar yang sering kali menjadi persoalan dalam masyarakat terutama bagi mereka yang punya kepentingan tanpa memandang apa dan kenapa. Fenomena pertama adalah semakin maraknya foto-foto yang bertuliskan seruan untuk memilih. Bagi masyaraka bawah yang lebih dikenal sebagai masyarakat pedesaan san pinggiran kota, kadang merasa bingung dengan adanya hajat besar Republik ini karena jumlah partai yang banyak dan cara pemilihan yang berbeda dengan sebelumnya.

Inilah demokrasi hari ini, cara pemerintahan yang memberikan hak kepada semua rakyat untuk ikut memerintah, cita-cita ini kemudian menjadi penting bagi partai-partai nasionalis di Indonesia, tetapi dalam mencita-citakan faham demokrasi yang sulit dipraktekkan dewasa ini. Kurang lebihi 172 tahun yang lalu di dunia barat membawa “demokrasi” ketika pemberontakan Perancis, berbeda dengan cara pemerintahan Eropa “Otokrasi” rakyat jangan ikut bersuara harus sam’an wa thaa’tan terhadap penguasa. Dari sejarah inilah kemudian perjuangan demokrasi semakin berkembang termasuk Negara Indonesia meskipun tidak semua etika demokrasi dipakai oleh partai politik, bahkan saling hujat sesama partai pun sudah dianggap sebagian dari strategi politik mereka.

Hal di atas dapat terjadi karena memahami demokrasi secara “perebutan kekuasaan” dan cenderung ke dalam pemahaman teks sehingga kesungguhan dan kesejatian demokrasi yang sesungguhnya mejadi kontradiktif dengan prilaku demokrasi itu sendiri. Untuk itu upaya memunculkan pemikiran2 alternatif dalam mendekati kebenaran demokrasi perlu di apresiasi sebagai proses politik kebangsaan yang selalu terbuka untuk sebuah kepentingan masyarakat yang sesungguhnya. Inikah sebuah gerakan demokrasi?

Fenomena kedua, adalah menguatnya GOLPUT dikalanmgan masyarakat bawah dengan alas an “bingung untuk memilih”, adanya GOLPUT inilah yang disebut sebagai sebiah perlawanan atau hanya mengingatkan terhadap partai politik agar jangan terlalu banyak mengkhianati rakyat. Adanya GOLPUT ini menjadi issue yang menegangkan bagi parpol dan menjadi permasalahan yang besar, sehingga MUI pun ikut memberikan fatwa tentang GOLPUT  apakah fatwa MUI ini sebuah titipan dari parpol? Atau sengaja diciptakan? Dan apakah fatwa ini menuju sebuah demokrasi yang mencerdaskan dan perbaikan politik si Indonesia?

 

25

Aug

Joe Sandy, My Favorite magician.
Fauzan Azhima   

Magician atau pesulap biasanya berpenampilan menyeramkan dan misterius, tapi lain dengan joe sandy, co kelahiran subang 2 april 1973 ini dulunya bekerja di bank bali (sekarang bank permata) mengawali karir sebagai Master of Ceremony atau MC. bermodal hbby nya pada dunia magic, dia pun mulai mengikuti berbagai lomba magic di bandung seperti Bandung Magic Competition dan samapi akhirnya ikut tje master . kelihaiannya bermain angka dan penampilannya yang terkesan kutu buku membuat penonton kagum melihat joe sandy, nah gua punya sedikit permainan angka nui tapi gak keren kayak joe sandy..



  • oke pertama, pikirkan 3 dijit angka dari yang terbesar ke yang terkecil (contoh 987)

  • lalu kurangkan angka tersebut dengan cara membalikan angka tersebut (berarti 987-789)

  • nah hasil dari pengurangan tersebut di tambah dengan cara membalikan angka tersebut (misal hasilnya 123 berarti 123+321)

  • nah siapaun anda, tua muda, kaya miskin, co ce atau bukan diantaranya sekali pun anda akan mendapatkan angka 1089 sebagai hasil akhir.....

itu adalh satu dari banyak permainan angka yang keren...!!!!!!!!!!

 

28

Aug

Ramadhan.. Oh Ramadhan....
than   

Ramadhan telah datang. Milyaran umat muslim di seluruh dunia bersiap menyambut bulan spesial yang telah sangat di nanti dan di rindukan ini. Ribuan cara digunakan untuk menyambut bulan Ramadhan tercinta ini. Ratusan masjid bersiap merapikan masjid mereka yang dimungkinkan mendadak penuh pada bulan Ramadhan ini. Ribuan rumah menghias dan merapikan ruangan-ruangan di rumah mereka menyambut bulan Ramadhan ini. Bulan Ramadhan, sangat di nanti.

 

Beragam perasaan menyelimuti jiwa-jiwa para muslim menjelang datangnya bulan penuh kemuliaan ini. Tak terkecuali perasaan yang mengiringi saya dalam hari-hari menjelang bulan Ramadhan ini. Sejenak menatap layar kaca, memperhatikan iklan di televisi. Beberapa stasiun televisi telah memperkenalkan program-program unggulan mereka yang siap diluncurkan di bulan Ramadhan ini. Semakin terbayang indahnya Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Ya, bulan Ramadhan memang selalu memiliki aura tersendiri bagi kita semua. Ramadhan memiliki berjuta kisah indah dan menakjubkan di setiap jiwa muslim yang merayakannya. Ramadhan memiliki kemampuan untuk menempel dan selalu membekas di jiwa setiap muslim di dunia.

 

Nuansa berbeda selalu saja mendera ketika Ramadhan tiba. Masjid mendadak penuh, rumah makan mendadak ramai, program-program televisi berlomba menampilkan program religi terbaik mereka dan industri musik mendadak berubah haluan dari syair-syair cinta penuh gombalisasi menjadi syair-syair religi penuh sentilan kalbu. Semua bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan ini.

 

Begitu juga dengan budaya masyarakat di Indonesia ini. Tradisi munggahan menjadi pembuka Ramadhan. Begitu juga dengan tradisi BuBar (Buka Bareng) yang semakin membuat banyak tempat jajakan makanan menjadi sangat ramai. Ramadhan datang membawa perubahan. Itu tidak bisa dielakkan lagi. Menikmati tradisi tersebut memang mempesona. Menjelang Ramadhan, munggahan bersama keluarga ataupun teman-teman sejawat dan sahabat-sahabat kita memang membawa nuansa indah tersendiri bagi kita. Memasuki bulan Ramadhan, Buka Bareng menjadi tradisi lain yang memang memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan sekedar makan malam biasa. Pesona-pesona religious lebih teresapi saat BuBar di bulan Ramadhan. Semua itu memang indah. Selain itu, kegiatan-kegiatan tersebut memang bisa mempererat jalinan silaturahmi antar saudara seiman kita.

 

Namun, alangkah jauh lebih bermakna jika menyambut bulan Ramadhan dengan berbagi kebahagiaan dengan saudara kita yang pantas dan membutuhkan kebahagiaan. Mereka yang menukar ribuan tetes keringat mereka dengan sesuap nasi yang mereka perjuangkan untuk dapat bertahan. Menyambut Ramadhan, kita bisa berbagi dengan mereka. Munggahan tidak hanya dengan sahabat atau rekan sejawat saja. Bisa mengundang saudara kita untuk berbagi bersama. BuBar tidak hanya dengan keluarga saja, bisa membagikan kelebihan kita pada mereka yang membutuhkannya. Baksos misalnya.

 

Menerawang bulan Ramadhan, tentu terasa sekali oleh kita perubahan yang ada. Masjid-masjid mendadak penuh oleh muslim yang memperbaiki perilaku mereka selama setahun ke belakang. Alhamdulillah, tradisi masjid yang penuh dapat kita lihat selama bulan Ramadhan. Ya, mudah-mudahan tidak hanya bulan Ramadhan saja kita bisa melihat para remaja pergi ke masjid dan mushala. Alangkah indahnya jika setiap hari kita bisa melihat fenomena tersebut. Tentu mental para remaja kita bisa diperbaiki dan tentunya bisa memperbaiki moral bangsa ke depannya.


Menjelang bulan Ramadhan ini, banyak sekali komunitas-komunitas atau organisasi mempersiapkan program rohani mereka. Baik itu bagi para Bapak-bapak, para Ibu-ibu dan tentu saja para remaja. Seperti kegiatan perlombaan sekolah, kegiatan pesantren Ramadhan dan kegiatan baksos dari organisasi masyarakat. Ini merupakan peluang yang baik untuk membentuk kembali nilai-nilai rohani dari umat muslim di bangsa kita ini. Kegiatan positif bisa diarahkan kepada para remaja untuk mengisi bulan Ramadhan yang akan datang. Pesantren Ramadhan, mungkin terbayang jenuh dan membosankan di mata para remaja. Tapi sebenarnya pesantren Ramadhan bisa dibuat menyenangkan dengan tambahan variasi di dalamnya. Apa pun, asalkan para remaja bisa menyalurkan bakatnya dan tetap diiringi perlindungan ruhiyah di batin mereka.


Ramadhan membawa kebahagiaan. Saat di mana para muslim dengan ikhlas menambah tabungan pahala mereka. Stasiun-stasiun televisi dengan bangga mempersembahkan program-program religi terbaik mereka. Industri musik berubah haluan menjadi syair cinta pada Illahi dan menumbuhkan semangat beribadah. Semua mendukung keinginan masyarakat untuk berubah di bulan penuh berkah ini.


Masyarakat yang kekurangan, mendapat kemudahan dan bantuan saat bulan Ramadhan. Pesantren untuk anak-anak menjadi penuh. Saat adzan berkumandang, masyarakat berbondong-bondong menuju ke Masjid untuk shalat berjama’ah. Saat hari-hari libur, dipenuhi dengan pengajian-pengajian yang sangat bermanfaat. Semua tampak ideal. Alangkah indahnya jika kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan berkelanjutan menuju bulan Ramadhan selanjutnya.

 

29

Aug

Berperang Di Dunia Datar
Fitranty Adirestuty   

Adalah pewarta sejati mengubah teriakan dengan tulisan melawan dengan kata. itulah yang diusung olehku saat ini. berperang di dunia datar tak mudah di zaman kini. perang opini tak bisa di elak, maka sedikit cara dengan dunia ku sendiri kini. bangkit dari masa lalu lalu bergerak dengan torehan kata, peluhan keringat demi sebuah berita. semoga sedikit rangkaian kata bisa melawan tirani, menguak sisi dunia dari kaca mata hati, meretas batas, waktu,,,dimana pun ku berpijak akan ku usung idealisme seorang pers yang tak bisa dibeli dengan apa pun bahkan dengan darah sekalipun..HIDUP PERS MAHASISWA!!!!

 
Guruu......
Saturday, 29 August 2009 22:04

Andai aku jadi guru.

 

Tak terbayang sedikitpun di benakku bagaimana jadinya kalau takdir menentukan suatu saat nanti aku akan menjadi seorang guru. Aku memang suka menjelaskan sesuatu. Namun agaknya aku samasekali belum memiliki mindset yang kuat akan peran seorang guru bagi bangsa dan agama.

 

Padahal, guru memegang sosok penting di balik suksesnya suatu bangsa. Tidak percaya? Bisa lihat contoh-contoh Negara Maju di Dunia. Jepang, kita tahu mereka sangat menjunjung tinggi profesi seorang guru. Bahkan, ketika mereka dihancurkan oleh bom atom Amerika, hal pertama yang ditanyakan oleh Jendral Perang mereka ketika keadaan mereda adala, "Bagaimana nasib para guru..??". Ketika dijawab bahwa mereka selamat, aura positif merebak di dada sang Jendral. Dan terbukti, kini, Jepang adalah Negara Besar dengan kemajuan teknologi yang pesat. Jepang adalah negara satu-satunya yang menjadi pesaing Amerika dalam kemajuan teknologinya. Tentu itu dipengaruhi oleh pendidikan yang kuat sehingga menghasilkan bibit-bibit ilmuan yang hebat. Itu berawal dari guru

 

Bagaimana di Indonesia..?

Menjadi Guru seolah adalah pilihan terakhir bagi mayoritas pelajar kita saat ini. Mereka cenderung memilih menjadi bussinessman, Menteri atau profesi lain yang mereka anggap lebih bergengsi dan lebih menjanjikan. Jika guru generasi masa depan berasal dari sebuah keterpaksaan, apa jadinya sang murid..?

 

Apa Masalahnya..?

Coba lihat di negara Thailand. Guru disana kalau dihitung di Indonesia memiliki gaji sekitar 30 Juta per bulan. Jika kita menengok Indonesia, tentu akan malu. Disini para Pahlawan Pembentuk Generasi Bangsa itu di gaji hanya sekitar 2-3 Juta per bulan. Tentu yang terjadi di Thailand adalah Luar biasa. Mereka begitu memperhatikan profesi guru. Sehingga berani memberikan gaji yang luar biasa memotivasi banyak orang di sana untuk menjadi guru. Dan lagi-lagi terbukti, meski masih berkembang, Thailand bisa lebih baik dari negeri kita ini.

 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk guru kita..?? Dengarkanlah hai kau yang duduk di kursi kekuasaan sana..!!

 
«StartPrev123456789NextEnd»

Komunitas

Pariwara :

      mau pasang iklan disini? hubungi
Primo Advertising
(0265) 5642000

Tags