Besok, apalagi ?!

25 sec read

A. Dwi Rusmianto

Raung senapan di utara dibungkam
Teriakan gelombang pasang
Sisakan puing untuk memupuk Ladang hijau lima jari

Suara bising menggoyang pantat bulat
Reda setelah pria berjanggut  redam Dengan firman, Diantara ribuan pasang mata yang sibuk mencari pria berkolor saja
Yang menjadi incaran penjaga malam

Tangis bocah terkapar
Sekarat menunggu mati
Dalam darahnya AI mengalir, menari, Dikejutkan teriakan kuta yang kedua

Lalu kontroversi republik 1
Dibidik pucuk bedil
Setelah orang gila bermerk teroris
Kembali bernyanyi dengan irama Instrumen soda api dan Trinitro Natrium Taulena
Seakan menidurkan puncak bintang
Itu ada setelah sebelumnya
Izrail panen nyawa dengan alasan Flu Babi

Sementara di kota apel sana,
Pria berbaju besi pesta pantat
Dalam gedung yang mereka namakan DPR
Di sisa riwayat kerjanya

Padahal tempo hari
Ruang sidang menjadi medan perang mulut.

Di ujung tiang Ribuan suara tak henti
Mengutuk situasi


Tasikmalaya, Agustus 2009

BEDAH NOVEL PANDU HAMZAH

SEBUAH WILAYAH YANG TIDAK ADA DI GOOGLE EARTH Oleh Asep Chahyanto
Nizar Kobani
2 sec read

PERKAWINAN PUISI LIRIK DAN HAIKU

Oleh Hikmat Gumelar (Disampaikan dalam Diskusi Buku Puisi Gema Tanpa Sahutan Karya Acep Zamzam Noor pada acara Vakansi Buku MPI 2023, 17 Juni 2023,...
Nizar Kobani
11 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *