Bisu Dalam Kejujuran


Menjelma bagai sesosok Dewa..
Mengaku seorang pujangga
Tiarap rentan kau di balik katamu
Hitam pekat dirimu terlukis
Santaplah semua yang kau hela
tinggalkan secawan darah tuk mahkluk daramu
Gerah tikam mataku saat menatapmu
Rakus memakan bangkai yang telah busuk terurai
Kini katamu jelas berantonim
namun kau masih saja bungkam kata bohongmu
Rabalah setetes air suci lalu paksalah tuk mengalir di tenggorokanmu
dan masuk dalam tubuh rumpunmu
Biar kegelapan sekarang pandangkan di langit sana
Namun suatu saat cerah langit kan hapus semua gelapnya
Biar kenang seluruh hari tuknya
menjadi pelajaran bagi tertindas cakarnya
matipun ia masih terpuruk bungkam dengan semua kebohongannya

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *