Budaya Maluku, Bercakra Sastra Indonesia

Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis katulistiwa dengan beragam suku, agama, dan bahasa tersimpan di dalamnya. Dari ujung Sabang sampai Merauke begitu banyak tradisi juga adat istiadat yang menjadi ciri khas setiap daerah.
Sekian banyak kebudayaan di Indonesia, Maluku yitu sebuah provinsi yang berbatasan dengan Laut Seram di utara, Samudra Hindia dan Laut Arafura di selatan, Papua di timur, dan Sulawesi di barat, menjadi salah satu tempat dimana tradisi masih dilaksanakan oleh masyarakat.
Berikut Tradisi Adat Yang Ada Di Provinsi Maluku

1. Mai Tola Date

Mai Tola Date merupakan upcara adat yang bertujuan untuk mengembalikan ruh-ruh nenek moyang. Dalam pelaksanaan upacara tersebut semua orang yang berperan di dalamnya harus memakai baju berwana merah dan ikat kepala, selain itu dalam Mai Tola Date biasanya tarian seperti cakalele, lenso dan tiupan kulibia akan di pertunjukan untuk memanggil ruh nenek moyang. Setelah pelaksanaan tari adat semua orang pergi ke tepi laut membawa makanan berupa sagu, roko dan air dalam guci yang selanjutnya di taruh di atas sampan untuk dihanyutkan dan berhenti di Tanjung Sial atau biasa disebut pulau setan tidak berpenghuni dengan arusnya yang besar.
2. Penyambutan

Penyambutan adalah adat yang biasa dilakukan untuk menyambut tamu seperti presiden, gubernur ataupun pendatang dari luar. Dalam acara tersebut tamu akan di sambut oleh raja (sebutan pemimpin) yang selanjutnya tamu tersebut di kalungkan kain. Setelah itu tamu akan di ajak ketengah kampung untuk pelaksanaan adat minum dan pertunjukan tari.

3. Panas Pela

Panas Pela merupakan adat yang bertujuan untuk mengikat tali silaturahim antar dua desa seperti desa Lamdesar Timur dan Lamdesar Barat. Acara adat ini dilaksanakan dengan kunjungan salah satu desa ke desa lain yang bertujuan untuk bersilaturahim. Setelah itu desa yang berkunjung di ajak menuju kapal motor laut yang di hias, dalam kapal tersebut akan dipertunjukkan tarian adat sebagai sambutan.
4. Pasuka

Pasuka yaitu adat yang dilakukan untuk meluruskan salah satu hati seseorang. Dalam adat ini apabila laki-laki maka diharuskan memakai baju hitam dengan design perahu di depannya, sedangkan untuk perempuan memakai baju dan celana serba hitam. Acara adat ini dilaksanakan dengan cara membagikan makanan pada semua orang yang menyaksikan adat tersebut, selain itu orang yang akan diluruskan hatinya diikat benang do’a di bagian lengan. Setelah pengikatan benang, orang tersebut akan diteriaki “Bawo-bawo” yang artinya perahu motor sampai depan rumah menuju keluar. Hal yang harus di ingat dalam adat ini yaitu benag yang diikatkan tidak boleh dilepas karna akan hilang dengn sendirinya dan orang yang diluruskan hatinya haru memberi uang nadzar juga tuak ke orang yang mengikatkan benang tersebut.

5. Maso Minta

Tradisi adat “Maso Minta” atau “Masuk Minta” adalah hubungan pertunangan antara kedua calon suami istri telah diketahui oleh kedua belah pihak. Dalam adat ini biasanya pihak calon mempelai pria akan mengirim surat atau orang untuk menyampaikan perencanaan bertamu ke orang tua calon pengantin perempuan. Setelah itu pada hari yang ditentukan bertamulah pihak laki-laki dan menyampaikan maksud juga tujuannya untuk meminang anak perempuan. Dalam adat ini juru bicara laki-laki dan perempuan akan berunding membicarakan harta kawin juga tanggal pernikahan yang baik. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan acara-acra lain secara bertahap yaitu, antar pakaian, basumpah kawin dan piring balapis.

Sumber: Agustina Tan Refutu dan Adeli Revani Heluth (Siswi SMK Bakti Karya Parigi)

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *