Di Kampung Naga pun Ada Naruto

Diani Magasida

DUNIA anime emang sudah mengontaminasi seluruh kalangan masyarakat mulai dari balita sampai kakek-kakek adaaa aja penggila anime.  Dan… anime yang lagi nangkring di rating paling atas dunia peranimean sekarang adalah Naruto.  Siapa coba yang nggak tau sama Naruto??  Seorang Ninja dari Konohagakure yang berisik, agak bodoh, nggak sabaran, ceroboh namun penuh semangat.  Cita-citanya menjadi Hokage ke 6 di Konoha.

Satu lagi, siapa yang nggak tau Kampung Naga? Kesian deh… heuheu^.^  Nih ya, Kampung Naga adalah sebuah perkampungan yang terletak di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.  Kampung ini sudah dikenal sejak dulu sebagai kampung yang sarat akan tradisi dan budaya warisan nenek moyangnya terdahulu.  So, moderenisasi yang masuk pun bener-bener disaring supaya nggak ikut-ikutan terkontaminasi kebudayaan asing.  Tapi itu bukan berarti masyarakat Kampung Naga mengisolasi diri juga loh.  Oke, emang Kampung Naga sekarang sudah mengalami asimilasi, tapiii keukeuh budaya zaman jebotnya tetep dipertahankan.  Ga Percaya? Datang aja sendiri ke Kampung Naga!

Trus…Trus… apa hubungannya Naruto sama Kampung Naga?  Emang Hokage Desa Konoha ngasih tugas sama Naruto buat menjaga Kampung Naga?  Atau Kampung Naga diserang Akatsuki???  Trus ngapain Naruto pake visits Kampung Naga segala?

 

Suasana di Kp. Naga

Begini sodara-sodara, back to Dragon Village alias Kampung Naga.  Yang kita tahu, di Kampung Naga itu ga ada listrik, ga ada kulkas, ga ada mesin cuci, ga ada tv.  Pokoknya peralatan elektronik serba ga ada aja.  Tapi kenyataannya ga gitu juga loh.  Mesin cuci ama kulkas emang udah jelas ga ada, tapi tv ada biarpun cuma dwiwarna; item ama putuh doank.  Tahu kenapa?  Karena pantangan bagi masyarakat Kampung Naga untuk memiliki televisi berwarna.  Selain dikhawatirkan mendidik yang nggak baik untuk anak-anak juga energi listrik yang dihasilkan ga bakalan cukup.  Energi listrik yang digunakan di Kampung Naga bukan dari PLN tetapi membuat sendiri dari Kincir Air yang dipasang di Sungai Ciwulan yang kebetulan jaraknya dekat sekali dengan perumahan.  Biarpun tidak berpengaruh terhadap kepekaan mata mereka akan warna tetapi kasihan juga yah mereka hanya bisa melihat Naruto dengan warna hitam sama putih.

 

Jadi, Naruto visits Kampung Naga setiap sore hari lewat global tv dan hari Minggunya jam sepuluh di Indosiar.  Betul kan? Jadi, bocah-bocah Kampung Naga jangan dikira katro, mereka tau anime-anime yang sering wara-wiri, bahkan Power Ranger atau Doraemon pun sering tuh liburan ke Kampung Naga.  Hehe…

Waktu bocah-bocah Kampung Naga ditanya tentang tayangan favoritnya mereka ga nanggung-naggung bilang, “Anjar suka Naruto, Power Ranger, Shinchan sama Ultramen,” ungkap Anjar, 7 tahun “Rame soalnya ada pertarungannya sama monster,” sambungnya.  Itu tanggapannya buat Power Ranger atau Ultraman.

Nah, kalo udah bilang ‘pertarungan’ semacam itu apa itu juga nggak ngaruh sama perkembangan psikologis anak? Bukannya tadi disebutkan tv berwarna aja bisa berpengaruh nggak baik?  Bagaimana dengan tontonan seperti pertarungan Power Ranger atau Ultraman melawan monster?

“Memang itu bisa saja berpengaruh terhadap perkembangan anak-anak disini.  Tetapi, kita kan tidak bisa menawar acara apa yang kita inginkan untuk ditonton anak-anak kita.  Jadi, ketika mereka sedang menonton televisi orang tua harus mengawasi mereka juga,”  terang Bapak Risman yang selaku Ketua RT di Kampung Naga.

Jadi begitulah, masyarakat Kampung Naga yang hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat.  Dan anak-anak disana masih bisa menerima kehadiran Naruto sebagai teman penghilang penat di tengah sepinya dunia permainan mereka…

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *