Dilematis Pelajar Indonesia

Amerika Serikat, German, Prancis, Jepang merupakan salah satu Negara maju di dunia, dengan kemajuannya itu membuat Negara-negara tersebut disegani oleh Negara lain. apa yang membuat majunya bangsa tersebut? Pastinya semangat dan kemauan rakyatnya untuk yang mempunyai dedikasi (keinginan kuat) untuk mewujudkan berdirinya Negara yang makmur, sejahtera dan sentosa. Kenapa mereka bisa begitu? mereka sudah paham betul bahwa menjadi manusia sengsara, yang  tinggal di negara terpuruk rasanya tidak nyaman, tidak enak, segala susah, karena demikian itu mereka sadar bahwa salah satu cara untuk keluar dari problem ini harus berubah, salahsatunya dengan cara memajukan bangsa melalui pendidikan, jalur inilah yang paling bagus yang disetujui setiap bangsa di dunia.

Apa perbedaan Negara maju dari pada negara berkembang? Perbedaanya sedikit tak jauh berbeda,  Negara maju pemerintah dan masyarakatnya lebih mementingkan dan memperhatikan pendidikan dari pada sektor lain, mereka sudah paham betul dengan pendidikan semuanya itu akan serba mudah, karena bila suatu negara kualitas pendidkian atau Sumber Daya Manusianya (SDM) bermutu pastinya semua sumber daya alam yang terkandung di dalamnya (Negara) akan mudah diolah, diproses supaya produk hasil olahannya memiliki daya jual, akhirnya karena demikian itu lambat laun mereka akan merasakan perubahan, walupun nyatanya perubahannya sedikit,  pastinya lama-lama akan menjadi bukit, setelah itu kemajuan pun akan mudah dicapai.

Pendidikan, inilah yang harus kita garis bawahi, dan harus ditebal miringkan dari topik diatas. Di negara berkembang seperti kita, Indonesia, sejauh mana sih begitu pentingnya pendidikan? Coba tengok, lulusan SD, SLTP, SMA, Bahkan Perguruan Tinggi tidak ada bedanya, sama saja.  Kebanyakan dari mereka pas tamat sekolah pusing, Kemana Saya Akan Kerja?, dibenak mereka terpikir  bagaimana kita mencari uang? Jarang ada yang memikirkan bagaimana uang mencari kita?  Itulah bukti seperti inilah kualitas pendidikan kita saat ini, yang sistemnya merupakan warisan Belanda.

Kita harus optimis, kita harus keluar dari masalah sosial ini, gimana caranya bray? Pihak pemerintah dan masyarakat harus sadar, kalau negeri kita ingin maju, kita harus mendahulukan kualitas SDM. Disamping itu Pemerintah juga harus mengerti dan paham, untuk memajukan pendidikan salah satunya dengan cara bagaimana Proses Kegiatan  Belajar Mengajar (PKBM), nyaman, asyik dan menyenangkan dilakukan siswa maupun gurunya. Ya Dengan cara memperbaiki sistem pembelajaran yang tidak selaras jaman dan melengkapi fasilitas-fasilitas pendidikan.

Keadaan yang kita rasakan saat ini harus berubah, banyak guru dan murid tidak bisa merasakan kenyamanan dalam PKBM, hal itu disebabkan karena aspek-aspek yang berkaitan dengan pembelajaran belum memadai, yang akhirnya timbullah efek boring  (jenuh). Selain itu timbul lagi rasa pusing, guru-guru di kita banyak yang mengajar double school (dua sekolah) hanya karena mengajar di satu sekolah, honornya tidak mencukupi kebutuhan dapur, begitu pula kompak dengan muridnya tidak sedikit siswa-siswi dikelas malamun, merenung pusing memikirklan administrasi sekolah belum dibayar dikarenakan orang tuanya sedang krisis uang. Seperti kejadian minggu (06/12) ini banyak siswa siswi yang dilanda rasa dilema pada saat menghadapi Ulangan Semester Ganjll, apa yang dipikirkan mereka? Apakah belum siap UAS? Bukan, masalah siap tidak siapnya UAS itumah sudah lumrah. Tapi yang dipikirkan mereka bagaimana caranya supaya dapat duduk nyaman dibangku sekolahan untuk melaksanakan UAS semester ini, tidak jarang banyak sekolah di kita yang mempunyai peraturan, siswa yang belum lunas administrasi tidak diperkenankan memasuki ruangan. Lho kenapa yang pusing jadi murid, tidak orang tuanya? Ya jelas keadaan orang tua murid kan tidak semuanya orang berada, ini bukan salah orang tua murid , begitu juga bukan pihak sekolah, wajar bila suatu sekolah menerapkan peraturan seperti tadi, fasilitator juga manusia perlu makan, ingat ini bukan jamannya umar bakrie lho.

Salah satu cara bangkit dari keterpurukan ini, pihak pemerintah bersama pihak sekolah harus bisa bersinergi. Pemerintah harus bisa mengprioritaskan pendidikan dibandingakan kemegahan suatu kota, disamping itu pemerintah juga harus mempunyai komitmen tinggi dalam memajukan pendidikan, Maaf saya gambarkan, misalnya jika pendidikan kita dibandingkan dengan Malaysia, sejak tahun 1995 Malaysia mempunyai visi 2020, jadi bangsa Malaysia sudah didesain 25 tahun sebelumnya, apakah Indonesia seperti itu?

Disamping itu, Kita pelajar Indonesia menginginkan ketransparanan RAPBN untuk sektor pendidikan, dalam Amandemen UUD 45 bahwa anggaran pendidikan digariskan 20% dari RAPBN, berapa persen anggaran pendidikan saat ini yang telah teralisasi? Kita sebagai siswa butuh informasi seperti ini. Pada saat pemilu banyak partai mengatakan anggaran pendidikan akan naik 25 %, buktinya mana? Bahkan pada pidato presiden untuk tahun anggaran 2003 anggaran pendidikan hanya 3,8 % dari RAPBN. Ini namanya kan tidak konsisten, mestinya jika pemerintah tidak mampu memenuhi anggaran mohon maaf kepada seluruh bangsa karena itu berarti belum memenuhi amanat Undang-Undang.

Bapak Presiden, Bapak Gubernur, Bapak Bupati dan seluruh komponen pemerintah yang kami hormati, kita pelajar Indonesia, paham betul 10 tahun yang akan datang Negara Indonesia yang sedang kita diami saat ini akan dipegang kita (pelajar), kalau melihat kualitas pendidikan yang dirasakan terus menerus seperti  ini, rasanya  kita tidak begitu yakin,  belum siap memimpin bangsa ini, karena sesuatu pun ada ilmunya, karena demikian itu kami memohon berikan kami keluangan dan kenyaman dalam rangka mencari pengetahuan supaya 10 tahun yang akan datang nanti kami siap membangun, memajukan bangsa ini menuju bangsa yang Thoyyibah Wa Robbun Ghafur. Amiin.

Maman Nurzaman lahir di Ciamis Jawa Barat, 7 Mei  1992. PENULIS adalah Siswa SMK Miftahussalam Cijeungjing Ciamis dan Ketua Komunitas Baroedak Jurnalis Koran Priangan (Baju Kopral). Karya artikelnya dimuat di HU. Kabar Priangan (sabasakola), Harian Tabloid Ganesha, Majalah Expresi Denpasar Bali, Matapelajar.com, duddy.web.id, Pondokmedia.web.id, dan pringanonline.com. DLL.

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *