Iwan Fals Jajakan Kaki di Darussalam

Berjejer lentera menerangi jalan utama menuju Ranah Indah Nyiur Melambai, malam itu adalah hari Sabtu (27/11) pukul 20.05 wib, dimana Virgiawan listanto yang sering disebut iwan fals, menjajakan kakinya ke pondok pesantren darusslam bersama rombongan Orang Indonesia (OI). Kedatangannyapun disambut  meriah oleh deretan santri serta kelompok marawis,Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA), Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR), dan Praja Muda Karana (PRAMUKA) pondok pesantren Darussalam.

Suasana Kampus pun terlihat sesak dipenuhi mobil-mobil mewah para tamu dari berbagai kalangan. Mulai dari Dandim, Danrem Dinas Keuangan, Lingkungan, Perhutnan dan tak ketinggalan Wakil Bupati Ciamis Bapak Iing pun turut hadir dalam acara ini. Acara ini juga mengundang beberapa komunitas Ciamis, salah satunya yang berperan penting dalam mendatangkan Iwan Fals adalah Komunitas Orang Ciamis (KOACI).

Pada kesempatan itu iwan fals bermaksud mengajak semua orang agar ikut berpartisipasi dalam mensukseskan penanaman satu miliar pohon. Tema yang dijadikan bahan diskusi pada malam itu adalah “Hijaunya Hutan Ciamis Ciptakan Dunia yang Lebih Nyaman”, agar masyarakat Ciamis khususnya termotivasi menghijaukan hutan Ciamis.

Tak heran jika Iwan fals sangat mencintai lingkungan, karna beliau melihat jaman sekarang banyak orang yang semaunya sendiri, bahkan  sekarang polusi dimana-mana penebangan pohon seenaknya semakin merajalela, limbah pabrik semakin meluas, bencana yang menimpapun semakin tak tertahankan. Maka dari itu Iwan Fals sangat peduli dengan kehidupan sekarang.

‘’Satu pohon itu sama dengan nyawa dua manusia. Jadi, kalau menebang satu pohon sama saja membunuh dua orang,’’ ujar bang iwan

Maksud dari perkataannya tersebut adalah mengajak kepada seluruh masyarakat agar agar ikut berpartisipasi dalam penanaman satu miliar pohon. Apabila upaya itu penanaman satu miliar pohon terlaksana, maka sama saja kita menyelamatkan dua miliar jiwa.

Kedatangan Iwan fals ke pondok pesantren Darussalam tidak hanya untuk berpidato, beliau juga menghibur para santri dan tamu undangan dengan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “kemesraan”  dengan diiringi lantunan gitar yang dibawakan oleh bapak wakil pengasuh pondok pesantren Darussalam.

Ternyata lagu yang berjudul “Kemesraan” itu mengakhiri kehangatan bersama Iwan Fals pada pukul 11.15. Tentunya  semua santri pondok pesantren Darussalam tidak akan pernah melupakan momen yang sangat langka ini.

“kedatangan Iwan Fals ke Darussalam ini menjadikan santri termotivasi agar selalu peduli terhadap lingkungan.” Ujar Taufiq, salah satu santri pondok pesantren Darussalam.

(10325673viexz)

Baju Kopral, MTs Al-Fadliliyah Darussalam

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *