Jujur atau Nyontek?

(Jangan Curiga Dulu Donk, Pak!)

Karya: Annisa Nur Faujiah (Kelas 4-2011)

‘’Ayo cepat selesaikan, waktunya tinggal 10 menit lagi!’’ Ujar Resty. ’’Iya, tinggal dirapihin, kok!’’ Ujar Hana.

Anak anak kelas 4 dan 5 berlomba-lomba membuat mading mereka masing masing, percisa 1 selesai terlebih dahulu sebelum percisa 2, kedua mading tersebut dipajang di tempat berbeda, ada yang di perpustakaan, satunya lagi di kelas.

Setelah semuanya selesai, Pak Dude langsung mendokumentasikanya. Salah seorang siswa bertanya, ‘’Pak, emang harus difoto, ya?’’

Pak Dude menjawab, ‘’ Ya, iyalah, semua itu harus ada buktinya. Ya, salah satu caranya, ya, dengan cara difoto’’.

‘’Ooohhh begitu, ya, Pak, kalau begitu terimakasih, ya, Pak!’’

’’Sama-sama’’.

Sekitar pukul 13.00, anak-anak kelas 4 dan 5 langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Sementara di sekolah, tinggal kelas 6 saja, kami pulang  sama-sama,  ada yang kerja kelompok terlebih dahulu dan ada yang langsung pulang.

Esok harinya, tepatnya hari Sabtu, Pak Dude mengumpulkan kelas 4 dan 5 di ruang perpustakaan, ‘’Kenapa pada rubrik pengetahuan informasinya sama? Tapi ada keterangan yang salah. Sebenarnya, Bapak sudah tahu mana yang keteranganya benar dan sebaliknya. Lalu, kenapa informasinya sama, padahal kalian mengerjakanya di tempat yang berbeda?’ Suasana menjadi hening, semuanya diam tak bersuara.

‘’Mungkin saja ada yang mencontek, Pak!’’ Ujar Farros.

‘’Iya, Pak, benar, mungkin saja!’’ Tambah Arif.

‘’Sudah, sudah, semuanya diam,  tidak boleh ada yang berbicara lagi!’’ Seru Pak Dude.

‘’Bapak minta tolong pada kalian, jadilah orang yang jujur! Komunitas PERCISA ini sudah dikenal oleh orang lain, bagaimana nama baik percisa ini kalau memberi informasi yang salah?’’ Semuanya diam tak bersuara, hanya suara burung saja yang terdengar.

‘’Kalau begitu, ayo kita buktikan mana yang salah dan yang benar!’’ Ujar Syifa (pemimpin redaksi Percisa 1)

‘’Ayo!’’ Seru Hana tak mau kalah.

‘’Burung merak yang memiliki sayap hanyalah burung merak jantan,  tapi yang percisa 1, kenapa malah burung betina? Lalu terumbu karang sebenarnya adalah hewan bukan tanaman, tapi yang percisa 1 malah tumbuhan. Lalu sebenarnya anak burung unta yang baru dilahirkan tidak memiliki punuk, tapi kenapa yang percisa 1 malah sebaliknya?’’

‘’Jadi, yang benar yang mana, dong?’’ Ucap Ahla.

‘’Ayo, kita ungkap!’’ Ucap Desty.

‘’Ayo!’’ Seru Hana.

‘’Tik, tik, tik…,’’ suara keyboard berbunyi, anak-anak sibuk mencari informasi dari internet maupun dari buku yang ada di perpustakaan. Instruksi Pak Dude adalah mencari sumbernya kemudian ditulis di buku.

‘’Pak, Pak! Saya sudah selesai!’’ Seru Hana.

’’Yakin, jawaban kamu benar?”

“Yakin, dong!’’ Serunya mantap.

Satu persatu, anak-anak mulai mengumpulkan hasilnya. Sekitar 15 menit kemudian, wajah Pak Dude tiba-tiba kebingungan, ’’Kenapa jika percisa 1 jawabanya misalnya A, tapi jawaban percisa 2 bisa tidak sama, padahal sumbernya sama, ‘kan?’’

‘’Iya, Pak!’’ Jawab anak-anak serentak.

‘’Bagaimana bangsa ini mau maju kalau perilaku kalian seperti ini! Jangan salahkan Nazarudin dan Gayus kalau kelakuan kalian seperti ini! Sekarang saja sudah kacau balau, bagaimana 25 tahun kemudian dan jika kalian sudah besar? Mungkin kalian akan lebih nakal dari Nazarudin dan teman-temannya! Apa, sih, susahnya jujur? Kalian tinggal mengatakan hal yang sejujurnya! Apa susahnya, sih? Bapak hanya ingin kalian itu mandiri, punya etika dan sopan santun. Apa yang kalian inginkan di sekolah? Pasti nilai, ‘kan? Jangan buat rapot kalian bagus kalau kelakuan kalian belum bagus! Jangan salahkan para penghianat di negeri ini! Jangan ada lomba pelajar kalau siswa dan siswi  negeri ini, kelakuanya seperti ini! Mungkin 25 tahun ke depan pulau di Indonesia tinggal 10 karena bangsa ini hancur sehancur hancurnya dan menjadi rapuh! Ingat kata-kata Bapak tadi saat usia kalian mencapai 25 tahun ke atas!” Suasana di perpustakaan menjadi hening dan anak-anak menganga.

Belum pernah aku melihat Pak Dude berkata seperti itu.

’’Ayo cepat kita mulai lagi!” Ucap Chandra.

‘’Sudah, sudah, bareng Bapak saja!‘’ Ucap Pak Dude.

“Iya, Pak!’’

‘’Ayo kita bahas! Burung merak yang memiliki sayap sebenarnya adalah burung merak jantan karena digunakan untuk menarik perhatian si betina. Lalu terumbu karang, sebenarnya adalah sekumpulan hewan yang bersimbiosis dengan tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae, terumbu karang termasuk dalam jenis fillum cnidaria kelas azhonta yang memiliki tentakel. Tapi, kenapa yang percisa 1 tumbuhan, bukan hewan? Pada unta dewasa memilki punuk yang berisi lemak yang sewaktu-waktu bisa dirubah menjadi air, 1 gram lemak = 1 gram air. Sedangkan pada unta yang baru dilahirkan tidak mempunyai punuk”.

‘’Nah, sekarang ketahuan ‘kan, mana yang mencontek?‘’

“Iyaaaaaaaaa, Pak!’’ Jawab anak-anak serentak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *