Kotaku

hiruk pikuk serambi pagi
tak terlihat tertutup awan
mentari sembunyi enggan tuk bersinar
hanya sepercik cahaya menatap tajam
menembus jantung sabang
gemerlaplah sabang dalam samudera


dengan jaring-jaring yang runcing
menghempas kota sekejap mata
mendorong arus seribu kekuatan
bergumpal dalam jubah yang gelap
menyelimbuti,… mendekap
kotaku yang malang
kini…kotaku adalah lautan yang dalam
kotaku yang layu dengan sejuta jeritan
tangisan serta desah do’a
di kotaku hanya puing-poing kedukaan
dengan jasad yang tergeletak menyengat
di parau kotaku adalah dataran senja
hancur,hampa,duka menjelma satu ikatan
hanya kata yang terbata-bata
bersama bergumamnya Firman Tuhan
Kini kotaku adalah tetesan keringat
tetesan darah dari jutaan relawan
kotaku, kotaku…
ingatlah..
jalan di depan masih membentang panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *