Pesantren Bukan Sarang Teroris!

“HANYA orang tak terdidik mengatakan orang pesantren sebagai teroris,” ujar Mrs Namji Steinaman. Pendidikan adalah yang utama dan terutama di dalam kehidupan era masa sekarang ini. Sejauh kita memandang maka harus sejauh itulah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Kita jangan salah memahami bahwa pendidikan diperoleh dengan cara menempuh jalur formal saja, dengan cara datang, duduk, mendengar dan selanjutnya hingga akan memperoleh penghargaan dari test yang sudah dilewati.


Ternyata semua hal itu dilakukan oleh kalangan Dewan Guru maupun pelajar MTs, MAN dan SMA ‘plus’ Darussalam di kampus ranah indah nyiur melambai ponpest Darussalam Ciamis, Sabtu (22/11).

Kedatangan Director of Asia Pacific Education Program East-West Center , Mrs Namji Steinamann dalam rangka dalam rangka Profesional Exchange of Educator Partnership of School of Amerika and Indonesia merupakan hadiah bagi peserta yang mendapatkan scholarship-beasiswa di Amerika.

Hanya 45 yang mendapatkan beasiswa tersebut,salah satunya Bpk. Sumadi, M.Ag dan ibu Chusna Arifah, S.Pd. utusan dari SMA ‘plus’ Darussalam ciamis. “Saya merasa senang setiap mengunjungi setiap sekolah di amerika diberi penghargaan dan kenang-kanangan. Dan ketika presentasi tentang pesantren di amerika ternyata membuat penasaran orang amerika sehingga Mrs. Namji Steinamann melakukan penelitian pendidikan pesantren di Indonesia salahsatunya di Ciamis”.  Ujar Pak Sumadi. Hadirnya Mrs. Namji Steinamann di pondok pesantren Darussalam disambut dengan meriah, mulai dari drumband MTs dan PASKIBRA satuan MTs, MAN, SMA Plus ’Daruplus’ Darussalam bergegapdiri penuh irama dan tersanjung kedatangan tamu dari Amrik.

Acara pun dimulai dengan sambutan hangat oleh wakil bapak pengasuh ponpest Darussalam,  DR. H. Fadlil Munawwar Mansur, M.S. “Selamat datang Mrs. Namji atas kunjungannya dan pondok kami berupaya membangun Muslim Moderat, Mukmin Demokrat, Muhsin Diplomat. Itulah sebabnya, kami membuka gerbang ilmu bahwa ilmu tak pandang orang,lihatlah apa yang dibicarakan bukan melihat siapa orangnya,” ujarnya.

Acara semerbak sanjunganpun dimulai yaitu dialog guru dan santri with Mrs. Namji steinamann. Salah satu santri bertanya; “Apa tanggapan anda tenteng teroris di kalangan pesantren?”kemudian Mrs. Namji menjawab;  “Hanya orang tak terdidik yang mengatakan teroris di pesantren karena saya sudah lama mengenal Islam bahwa  Islam itu damai, tentram,” katanya

Ternyata tanggapan kami salah bahwa orang Amerika kejam dan menakutkan itu dibuktikan oleh orang amerika sendiri, ia begitu mempesona kedekatan dan komunikatif terhadap kami,” ujar Bento. Keakrabanpun tak mau terhilangkan  semua dewan guru dan santriwati bersalaman pada akhir acara sehingga membuat air mata Mrs. Namji terteteskan di naungan pondok pesantren Darussalam. ”I’m yearn for Darussalam. Thank’s”, ujar Director of Asia Pasific Education Program East-West Center, Mrs. Namji Steinaman

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *