PETAK UMPET MAKNA DAN IDENTITAS

1 min read

Sepilihan Esai Sastra

M. Irfan Hidayatullah

Ini mungkin gejala mutakhir, ketika pengarang memberi pengantar pada karya fiksinya. Pengantar yang tentu saja berada pada wilayah kreatif lainnya, bisa artikel, esai atau apa pun kemudian dinamakan. Seperti yang telah dilakukan pada “Impian Amerika” oleh Kuntowijoyo yang menyebutkan Novel ini mirip dengan “cerita berbingkai”, tetapi “bingkai”-nya sengaja dihilangkan. Novel ini dimaksudkan sebagai inovasi, karena penulis ingin mencoba apakah “sastra koran” dapat menjadi sebuah novel…. (Kuntowijoyo, 1998: vi). Begitu juga Soni Farid Maulana pada Orang-Orang malam, membuat semacam kata pengantar: …. Bagi saya, dalam menulis cerita pendek, yang penting adalah bahwa apa yang saya tulis ini bisa dinikmati oleh pembaca dari kalangan mana pun, tanpa harus bersibuk diri dengan teori pembacaan-jarak dekat atau pembacaan-jarak jauh (kayak naik angkot saja). Mengapa? Karena …. (Maulana, 2005: 5). Dan tak kalah mencoloknya adalah pengantar Afrizal Malna dalam novelnya Lubang Separuh Langit (2004): Kadang saya mengalami kebimbangan karena ternyata novel ini disusun lebih banyak oleh “aku-pencerita” dan bukan disusun oleh “dia-yang-berada-dalam-peristiwa”.

Mungkin akan ada (semacam) pembelaan dari para pengarangnya, bahwa itu sah-sah saja dan sebagai usaha mengungkapkan paradigma kepengarangan mereka. Namun, yang (mungkin) kurang disadari adalah bahwa sebuah karya memiliki nilai semiotis tersendiri di mata pembacanya kelak. Nilai semiotis yang terutama pada sisi indeksikalitas, pada sisi perujukan demi perujukan makna yang kemudian terbangun setelah pembaca menyelesaikan ”tugas” bacanya. Entahlah, apakah suatu saat pengarang yang berfungsi sebagai “penggiring makna “itu akan kecewa jika ada pembaca yang tidak memaknai karyanya sesuai dengan keinginannya? Yang jelas kemungkinan itu kecil adanya karena pengantar yang dibuatnya adalah semacam gangguan, noise, atau bahkan racun bagi ajegnya pemaknaan yang dilakukan pembaca.

(Petak Umpet Makna dan Identitas Pada Cerita-Cerita Negeri Asap Karya Radhar Panca Dahana)

 

Judul: PETAK UMPET MAKNA DAN IDENTITAS, Sepilihan Esai Sastra

Penulis: M. Irfan Hidayatullah

Penyunting: Nizar Machyuzaar

Penerbit: Yayasan Mata Pelajar Indonesia

Seri: Pustaka Sastra

ISBN (dalam proses pengajuan)

Tahun terbit, Cetakan I, 03-2023-PS

Tebal: 172

Harga: Rp80.000,00

Narapesan: 082217803040

AKHIRNYA KITA SEPERTI DEDAUN

Penulis: Yudhistira ANM Massardi Penyunting: Nizar Machyuzaar Desai sampul: Eki Naufal Fauzi Desain tata letak: Tim Kreatif MPI Penerbit: Yayasan Mata Pelajar Indonesia Cetakan...
Nizar Kobani
51 sec read

dari Paris untuk Cinta

Pengarang          : Noorca M. Massardi Ilustrasi  sampul  : Rayni N. Massardi Desain  sampul     : Selo Sumarsono Desain  isi   ...
Nizar Kobani
53 sec read

OTONOMI DAERAH SETENGAH HATI DAN 50 OPINI LAINNYA

Pustaka Populer Penulis: Teten Sudirman ISBN 9786238867066 Penyunting: Nizar Machyuzaar Desain sampul dan tata letak: Tim Kreatif MPI Penerbit: Mata Pelajar Indonesia Mata Pelajar...
Nizar Kobani
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *