Positif – Negatif Nonton Bola

PERHELATAN akbar piala Dunia kini kembali di gelar. Ajang bergengsi ini kembali menjadi tontonan yang memikat perhatian publik di seluruh penjuru dunia. Bukan hanya masyarakat yang negaranya ikut andil menjadi peserta dalam pertandingan ini, tetapi masyarakat yang negaranya tidak ikut pun turut serta mendukung tim kesayangan masing-masing, begitu pun di Negara kita, Indonesia.

Bagi yang sudah menjadi hobi, nonton bola sejatinya menjadi sebuah keharusan yang tak bias ditinggalkan, apalagi pemain dan tim kesayangan ada jadwal untuk tampil. Kadang meninggalkan pekerjaan yang sudah menjadi rutinitas pun tidak apa-apa, asalkan dapat menyaksikan tim kesayangan berlaga, meskipun ada siaran ulang pada waktu yang lain, tetapi menonton secara langsung ada kebahagiaan tersendiri.

Saya kira tidak ada salahnya ketika kita menonton pertandingan sepak bola, asalkan disesuaikan dengan tugas kita, asalkan pekerjaan esok hari tidak ancur gara-gara nonton bola.

Hanya saja, yang harus sedikit lebih dipikirkan adalah even seperti ini kadang dijadikan sebagai ajang untuk berjudi, yang nyata sekali perbuatan keji ini lebih banyak madlaratnya daripada manfaatnya. Seperti yang diberitakan belakangan ini, baik dari media cetak maupun elektronik, berbagai modus judi banyak terjadi di Negara ini. Bukan hanya kaum lelaki, tetapi kaum ibu pun ikut andil. Ini adalah sesuatu yang baru bagi saya, karena jarang sekali terdengar ibu-ibu ikutan judi, inilah akhir zaman.

Kalau dipandang dari kaca mata agama, judi ini sudah jelas dilaranga, haram hukumnya. Banyak ayat Alquran dan hadits yang menjelaskan tentang haramnya perbuatan judi, termasuk perbuatan syetan yang merusak. Sedangkan kalau dilihat dari kaca mata sosial, ini merupakan gejala sosial yang merusak. Karena, menurut sebagian pendapat mengatakan, judi ini dapat menyebabkan candu bagi pelakunya. Apabila satu kali mengalami kemenangan, maka mendapatkan yang lebih adalah sebuah keharusan, rakus yang timbul, sisi binatang yang ada pada diri manusia lebih nampak.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah waktu. Kadang kita lupa waktu ketika nonton bola. Ketika perhelatan ini dilaksanakan pada pukul 18.30, dan kebetulan pada saat itu tim kesayangan sedang menunjukkan taringnya, apa yang kita rasakan? Rasanya berat sekali meninggalkan pertandingan untuk menyempatkan diri melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Entah apa yang menjadi penyebabnya.

Sebagai umat Islam, yang namanya shalat tahajud merupakan shalat sunat paling utama setelah shalat fardlu. Ketika ada jadwal pertandingan pada pukul 01.30 dini hari, mana yang akan kita pilih, nonton bola atau shalat tahajud dulu? Mungkin bagi sebagian orang, shalat tahajud lebih diutamakan. Tapi kadang ketika kita menset alarm untuk membangunkan kita pada pukul 01.30 untuk nonton bola, lebih cepat bangun daripada kita menset alarm untuk shalat tahajud. Sungguh.

Tulisan ini dibuat sebenarnya untuk dijadikan sebagai motivasi bagi penulis, untuk bisa menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Bagi sobat Mata Pelajar mudah-mudahan dapat dijadikan sebagai wawasan.

Miftah Farid Cjf

Baju Kopral

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *