Racauan yang Belum Sempat Tuntas Pada Jam(mu)

Ini aku.

Genangan penantian-

tentang mimpi-mimpi yang sama

dia miliki.

Kepada bintang timur seusai takhbiratul ikhram.

 

Inilah

Aku yang menyanggupi dalam senyummu,

yang ketika itu dia tahu.

Aku sembunyi

…….. dikecil airmatamu.

 

 

Ini adalah aku.

Sebaris nyanyian sore,

–membatik do’a kematian di tubuhmu.

Dia paham aku telah terkubur lama, dan

tinggal dalam menara kehidupan anak nelayan.

Mengarungi tubuh usiamu. Dari Zaman Paleolitikum.

…..dari palung dua telapak tanganmu.

 

 

Lihatlah ini aku!

Membakar otak malam dengan peluru

–kakikaki semut.

Ketika dia membangunkanmu

dari hikayat penyiksaan rindu yang lindu.

Saat upacara kepedihan ayatayat –

j

a

t

u

h

…………. digetar jiwa

detak jantungmu dan aku.

 

Dan inilah aku

racauan yang tak tuntas pada dengkuran waktu

yang setia mengaji dalam jam tunggu.

dengan mulutmu,

aku pinjam.


02 Juni 2011

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *