Hujan Tanpa Reda

ku buka bekas dari lipatan hutan,

barisan puisi yang tertanam dibenam dada.

dengan hujan yang menolak reda.

…. titik mendung dalam ranjang….

sediakan basah,

genangan purnama.

 

 

selaci rautmu mantra tatanan hujan.

dan, di hitam rambutmu tumbuh mimpi sebelum jadi.

seikat rembulan di kamar, bersajak dengan jarak.

bir dan arak bulan sabit memabuk.

…… mapihkan yang tak percuma….

 

 

deram langkah gulita atau kembang kenanga?

do’a dan hujan. Sama belum surut jua.

kutanamkan rengkuhan air wudhu.

pada subuh anak tangisan jaman.

………. membutuhkan ibu.

 

 

hujanhujan bergugur membacakan

……. wajahmu; setubuh kerinduan.

 

. April 2011

Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *