Kumpulan Cerpen siswa-siswi Kelas V SDN. Perumnas 1 Cisalak Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya

4 min read

Hancur Hatiku
Oleh : Roqi Mirfaq

Ketika Roni sedang berada di dekat pohon, dia melihat banyak daun yang berguguran, dan daun itu berwarna kuning dan berserakan ditanah . Hal itu mengingatkan Roni yang ditinggal kekasihnya . Pada waktu itu hati Roni sangat sakit sekali melihat daun-daun itu berguguran karena mengingatkan semua kejadian itu .
Roni pun menangis dengan sungguh perasaan . Sepulang melihat daun berguguran Roni pun pulang ke rumahnya . Roni pun tidak bisa tidur karena selalu mengingat kekasihnya . Sebelum tidur Roni pun melihat foto kekasihnya dan meneteskan setetes air mata, yang membuat dia mengingatkan kekasihnya .
Suatu hari Roni pun kembali ke pohon yang kemarin ia datangi, ternyata pohon itu menjadi subur kembali dan hati Roni pun senang seperti biasanya . Pada suatu hari Roni bertemu dengan kekasihnya, ternyata kekasihnya pindah kembali ke dekat rumah Roni, Roni pun senang dan gembira .
Hubungan mereka menjadi seperti dulunya . Kekasihnya Roni bernama Dewi . Mereka sering jalan-jalan kemana-mana . Pada suatu hari hubungan mereka menjadi aneh . Biasanya mereka jalan-jalan berdua tapi sekarang jarang sekali . Ternyata sekarang mereka sudah tidak berpacaran lagi karena Dewi sudah punya kekasih lain . Sekarang hati Roni menjadi hancur . Roni kembali sedih dan tidak gembira lagi . Roni pun menyendiri dan kembali ke pohon itu . Dan pohon itu ternyata berguguran kembali karena mengingatkan Dewi kekasihnya .
Keluarga Roni menghibur Roni supaya tidak sedih lagi . Roni diajak keluarganya liburan ke luar kota dan bermain-main . Tetapi hati Roni masih sakit sekali . Ibunya pun merasa aneh melihat sikap Roni seperti itu .

“Roni katakan pada Ibu apa yang terjadi dalam diri kamu Ron ?”. tanya Ibu .
“Roni mengingatkan kekasih Roni Bu, karena kekasih Roni sudah punya kekasih lain Bu”. jawab Roni .
“Jangan berkecil hati Ron, karena wanita di dunia ini masih banyak”. kata ibu .
“tapi Bu itu kekasih Roni dari kecil”. kata Roni .
“ya, sudahlah jangan dipikirkan melulu” nasehat Ibu .

Roni pun mendengar nasehat Ibu lalu dia berpikir mungkin semua itu jalan terbaik untuk Roni dan Dewi . Mungkin mereka dipertemukan hanya untuk sebagai sahabat . Roni pun kembali membuka lembaran baru dan mencari wanita lain .

Senangnya bermain di Desa

Oleh : Fitri Fadila

Pagi hari,seorang anak yang bernama Andi sangat ingin pergi ke Desa,tetapi
Ayahnya belum mengijinkan Andi untuk pergi ke Desa.
Andi pun sangat sedih karena Ayahnya belum mengijinkan Andi untuk pergi ke Desa.
Suatu hari Andi bertemu temannya yang bernama Sandi,”sAN,kita bermain sepak bola yu??”kata Andi.”Ayo tapi kita kan cuma berdua,mana bisa bermain sepak bola??”kata Sandi sambil kebingungan.
“Kitaajak saja Dino,Ardi,Anton,danTomi?”jawab Andi.”Benar juga,ayo!”sambil bergegas menuju rumahnya.
Akhirnya mereka sudah berkumpul di lapangan.Andi pun berbicara kepada Dino,Ardi,Anton,dan Tomi.”Teman kita bermain sepak bola yu?”.”Ayooo…”jawab serempak.Ternyata Andi,Dino,Sandi melawan Ardi,Anton,danTomi.”Andi,Andi….!!!!”kata Ayahnya sambil berteriak.”Ada apa Yah???”sambil kebingungan dan permainan dihentikan dulu.”Katanyakamu mau ke Desa,tapi kamu malah bermain??”ayah bertanya.”Katanya belum mengijinkan ke Desa??”sambil kebingungan.”Ayah baru ingat,kalau di Desa ada ehm…perlombaan.”kata ayah.”Yah boleh mengajak temanku??”sambil ragu.”Boleh,tapi temanmu harus minta izin kepada orang tuanya?”ayahnya kebingungan.
“Dino,Ardi,Anton,Tomikamu mau ikut tidak ke desaku?”sambil berunding.”Sebentarya aku bilang ke Ibuku dulu?”jawab Tomi>”Aku juga ya Andi?”jawab serempak.
Akhirnya mereka pun boleh ikut bersama Andiuntuk ke desa.Semua teman Andi mulai menyiapkan bajunya.”Andi kalau menginapnya berapa hari??”sambil kebingungan.”Cuma 2hari kok!!”jawab Andi sangat lantang.
Sesampai di sana mereka menurunkan barang*.Pada pagi hari Andi dan teman* prgi ke lapangan untuk mengikuti perlombaan.Setelah 2 jam kemudian perlombaan pun selesai,ternyata Andi juar 2 lomba kelereng.Sesampai di rumah Ani membuka bingkisannya ,ternyata isinya tempt makan dia sangat senang sekali dapat juar 2 lomba kelereng.
keesokan harinya Andi,ayah,dan teman* segera membereskan barang* .Barang* mereka disimpan di bagasi mobil Andi dan teman* pamit kepada nenek Andi dan mencium tangannya,Andi pun segera pulang.

KESEHARIAN NINA
Oleh : Soraya Islamarasya

Pada suatu pagi hari berembun sejuk,kubuka jendela untuk menghirup
udara yang sejuk,ku hirup udara itu,terasa di pegunungan,udara yang sejuk aku
hirup pasti segar burung-burung riang bernyanyi dipagi hari,suara merdu hatipun
snang ku tersenyum dengan indah melihat mentari dengan ceria dngan cahaya
yang menerangi bumi ini begitu bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari
sesudah itu ku rapihkan tempat tidur ku ,dengan rapih ku bereskan lalu ku bersiap-
siap untuk pergi ke sekolah,aku mandi dan sarapan ku pamitan kepada ayah dan
ibu “bu,aku berangkat ke sekolah ya bu.. assallam mu’alaikum” kata nina
lalu ibu mambalasnya “hati-hati nak, dijalan ,wa’alaikumsallam”
sesudah itu nina pergi ke sekolah dengan teman-teman nya
jarak rumah nina sampai sekolah rumayan jauh kurang lebih sekitar 25m
disekolah nina belajar matematika dan nina pun senang pelajaran itu.bl berbunyi
nina pun beristirahat dengan teman-temannya .setiap hari nina ke canten untuk
beristirahat .
setelah lama bel berbunyi semua teman nina pergi ke kelas lalu disana belajar
indonesia ibu guru menugasi anak-anak membikain kan puisi . nina membikinkan puisi
yang berjudul guru lalu bel berbunyi itu tandanya murid diharapkan pulang
nina pun pulang.
ia pulang bersama teman-teman sesampai dirumah nina makan dan berganti baju
nina berpamitan untuk bermain bersama temannya
nina dan temannya bermain petak umpet nina dan temannya bermain cukup lama
esudah itu nina pulang lalu ia makan mandi sesadah itu nina tidur

~~~~~~~~~~~~~~~~~~TAMAT~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Halaman Rumah Yang Indah

Oleh : Ayudhia Prasasti

Dipagi hari yang cerah ibu membuka jendela kamar Nina dan membangunkan Nina “Nina ayo bangun hari sudah siang !” ibu membangun kan Nina.Nina bangun sambil mengguliat malas , “ayo cepat Nina,mandi lalu sarapan” perintah ibu, “baik bu” jawab Nina.

Sesudah mandi Nina sarapan bubur ayam.

Ibu sedang merawat tanaman, lalu Nina datang, “bu Nina boleh ikutan merawat tanaman ?” tanya Nina. “boleh” jawab ibu.

lalu Nina membawa gunting untuk menggunting tanaman yang layu.

Tak lama ada suara Nina menjerit, “iiibbuuu !!” teriak Nina, “ada apa?” kaget ibu

“Ada cacing” Nina ketakutan “tenang saja cacing itu tidak akan menggigit kamu!”kata ibu, Dan ibu menjauhkan cacing itu dari Nina.

Nina menangis karena ketakutan,ibu membawa nina kedalam rumah dan memberi dia minum air putih.

Lalu ibu bercerita kepada Nina, “tenang Nina,cacing itu tidak akan menggigit kamu!, Cacing itu bisa menyuburkan tanaman dan menggemburkan tanah. Jadi kamu tidak usah takut lagi !” nasihat ibu.

Karena nasihat ibu, kini Nina tidak takut lagi sama cacing. Setiap pagi dan sore Nina dan ibu merawat dan menyiram tanaman. Supaya halaman rumah tampak sejuk dan indah.

KEBUN
Oleh : Yunia Rachmi

Ketika pagi hari aku merenung di kamarku,aku mulai putus asa karena udara di kamarku tak begitu segar.ketika itu aku langsung bergegas pergi mendatangi sebuah kebun dan ternyata udara di kebun itu sangat segar dan sejuk.
Udara di kebun tak seindah udara di kamarku,aku lebih suka diam di kebunku yang elok,subur,makmur dan sejuk udaranya.
Saat
aku menghirup udara di kebun,aku teringat masa kecilku.saat itu aku membayangkan di kebunku di ibaratkan bagai tempat sampah yang selalu dipenuhi dengan kotoran dan lalat yang selalu berterbangan hinggap di tanaman.
Tetapi itu dulu…dan akhirnya aku dan keluargaku hampir satu minggu sekali membersihkan seluruh kebunku dan akhirnya kebunku pun sangatlah indah dan sejuk.
Dalam kebunku sekarang ini bukan lalat yang selallu berterbangan melainkan banyak kupu.kupu dan burung-burung yang sellalu hinggap di tanaman dalam kebunku.
Dengan hati senang aku ingin sekali menangkap burung-burung itu karena burung-burung itu sangatlah lucu dan indah untuk di pandang.
Tetapi dalam usiaku yang mulai dewasa aku berpikir biarlah burung-burung itu bebas berterbangan sesuai keinginannya karena aku tidak berhak untuk menangkap burung-burung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *