Ngabuburit Ala Remaja Tasik

 
BULAN Ramadhan hampir sepekan dijalani. Dan hampir sepekan pula umat Islam di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa. Apabila kita telaah lebih dalam, ada hal menarik dari Bulan Ramadhan ini, yakni identik dengan yang namanya ”Ngabuburit” (kegiatan yang dilakukan untuk menunggu berbuka puasa/adzan magrib/burit).
 
Kamis (27/08) di Tasikmalaya, banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat terutama para remaja untuk ngabuburit. Ini sudah menjadi sebuah tradisi yang dilakukan para remaja Tasikmalaya tiap tahunnya selama Bulan Ramadhan.

Ada beberapa alternatif ”Ngabuburit” ala remaja di Tasikmalaya. Salah satunya adalah balapan motor. Aksi kebut-kebutan yang didominasi oleh para remaja itu menjadi sebuah keasyikan tersendiri untuk menunggu berbuka puasa. Kegiatan para remaja yang beradu kecepatan dengan menggunakan kendaraan bermotor ini memang banyak diminati. Walaupun sebenarya pihak yang berwajib mengatakan bahwa menurut “aturan”, kegiatan balapan motor tidak diperbolehkan. Dikarenakan arena balapan yang dipakai oleh kebanyakan remaja di Tasikmalaya adalah jalan umum. Bukan arena balapan khusus. Dan itu akan mengganggu ketertiban umum, ketertiban lalu lintas, meskipun dengan alasan “Ngabuburit”.

Selain banyak faktor lain yang menyebabkan aksi ini dliarang. Faktor itu salah satunya dapat menyebabkan si pengendara motor kecelakaan. Aparat juga menyebutkan bahwa balapan ini termasuk tindakan pelanggaran PERDA mengenai ketertiban umum dan termasuk Tindak Pidana Ringan (TIPIRING). Namun, sayangnya aturan ini kurang di indahkan oleh para remaja, dan masih saja dilakukan. Arena balapan dapat kita temui di berbagai titik di Tasikmalaya. Terutama di Jembatan-jembatan.

Disisi lain ada pula remaja yang mengisi luang waktunya itu (ngabuburit) dengan nongkrong. Seperti yang dilakukan Eka yang tengah di temui di sekitar Jembatan daerah kab. Tasikmalaya. “Iseng saja” tuturnya ringan.

Walaupun begitu, tidak semua remaja Tasikmalaya suka dengan aksi kebut-kebutan atau sekedar nongkrong saja. Melainkan kegiatan “ngabuburit” diisi dengan tadarus Al-Quran. Ada juga yang mengikuti diklat “Pesantren Kilat”. Menurut pengurus Pesantren Riyadlul Hikmah di kec.Sukaraja kab.Tasikmalaya Fitriani Bilqis (32), tujuan awal dari kegiatan tadarus Al-Quran dan Diklat diantaranya untuk mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas SDM supaya nantinya dapat berguna di masyarakat.

”Saya harap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan skill untuk bekal diri pribadi, dan untuk di baktikan kepada masyarakat terutama dibidang tilawah”ungkapnya saat di temui seusai mendidik santri tadarus Al-Quran di Mesjid Agung Nurul Iman Sukaraja. Dan kegiatan Tadarus Al-Quran berserta Diklat rencananya akan dilaksanakan selama 20 hari selama bulan puasa. Untuk jadwalnya, Diklat dimulai dari pukul 08:00 s.d 11:00. Sedangkan untuk tadarus Al-Quran setiap jam 16:00 s.d 17:00.

Pendapat lain disampaikan oleh salah seorang santri yang tengah mengikuti kegiatan ini, yakni Sani yang menurutnya kegiatan ini sangatlah bermanfaat. “Ini kan Bulan Puasa, jadi saya lebih senang mengisi keegiatan ngabuburit dengan Tadarus, lebih bermanfaat tentunya dan ada pahala yang besar tentunya”tambahnya kemudian.


Post Serupa

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *