Tasmi'ul Qur'an Awali Rangkaian SATAP

1 min read

TAHUN ajaran 2009/2010 sebentar lagi berakhir. Saat tumpah ruahnya kebahagiaan dan kesedihan bersatu. Kebahagiaan karena telah menyelesaikan program pendidikan, kelas 1 naik ke kelas 2, kelas 6, 9 dan kelas 12 telah melewati masa-masa yang penuh dengan kegundahan hati, kini saatnya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain kebahagiaan, kesedihan pun menempa siswa kelas 6, kelas 9 dan kelas 12 ini. Mereka harus berpisah dengan teman-teman yang selama ini bersama dalam suka dan duka, dalam sedih dan bahagia. Apalagi yang tinggal di asrama atau pesantren.

Kesedihan yang tinggal di pesantren akan terasa sekali, agak sedikit lebih mendalam dibandingkan dengan siswa yang hanya bersama di sekolah. Karena setiap saat, mereka bersama, seperti layaknya dalam keluarga. Ketika teman sekamar tidak punya uang, bisa pinjam kepada teman yang lain, kekeluargaan dan kebersamaan yang tak ternilai harganya.

Berbagai istilah untuk menyebutkan kegiatan di akhir tahun pelajaran ini. Ada yang mengatakan samenan, perpisahan dan kenaikan kelas, sedangkan untuk pesantren Darussalam dinamai Silaturahim Akhir Tahun Ajaran Pesantren atau lebih ngetren dengan nama SATAP.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Juni 2010 ini merupakan kegiatan rangkaian yang dilaksanakan di Pesantren Darussalam. Seperti layaknya sebuah kegiatan, membaca al-Qur’an selalu mengawali setiap acara. Maka untuk mengawali rangkaian ini, panitia Satap, yang dimotori oleh Kang Awel menggelar Tasmi’ul Qur’an. Dari awal katanya saja, tasmi’, mendengar, maka kegiatan tasmi’ul qur’an merupakan kegiatan mendengarkan dan memperhatikan orang yang melafalkan al-Qur’an. Melafalkan di sini maksudnya membaca al-Qur’an tanpa melihat tulisan ayat Qur’an, atau dengan istilah kerennya, nalar.

Ada beberapa juz yang ditampilkan. Di antaranya juz 29, yang dibacakan oleh Nasya Edlyne Salamah, santri yang masih duduk di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah, juz 1 oleh Defikri dan Asep, Juz 2 oleh Neng Ela dan Khaleda, juz 6 oleh Helmi, Heru dan Sufyan, dan yang menarik dari kegiatan tasmi’ul qur’an kali ini adalah yang membacakan juz 30. Juz 30 ini dibacakan oleh anak-anak KPB MTs dan seorang siswi yang masih duduk di bangku MI kelas 1, Qistin namanya. Baru kelas satu saja sudah hafal juz 30, apalagi nanti kalau sudah kelas VI, sungguh harus dijadikan motivasi bagi kita untuk rajin-rajin menghafal qur’an.*

Miftah Farid Cjf

Baju Kopral

Pembukaan Vakansi Buku MPI 2023

Vakansi Buku 2023 Buku yang berisi gagasan dibangun melalui Aksara. Sebagaimana arti lugasnya, a (tidak) dan shara (punah), sebuah buku ingin menolak abai dari...
Nizar Kobani
51 sec read

BEDAH NOVEL PANDU HAMZAH

SEBUAH WILAYAH YANG TIDAK ADA DI GOOGLE EARTH Oleh Asep Chahyanto
Nizar Kobani
2 sec read

PERKAWINAN PUISI LIRIK DAN HAIKU

Oleh Hikmat Gumelar (Disampaikan dalam Diskusi Buku Puisi Gema Tanpa Sahutan Karya Acep Zamzam Noor pada acara Vakansi Buku MPI 2023, 17 Juni 2023,...
Nizar Kobani
11 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *