Aksi Voice Of Baceprot di Tebing Batu Breksi JogjaROCKkarta 2022

2 min read

Voice Of Baceprot (VOB) beraksi dalam gelaran JogjaROCKarta 2022 di Tebing Batu Breksi hari kedua, Minggu (25/09/2022). Dan menjadi satu-satunya grup band metal perempuan yang tampil dalam festival musik ini.

Begitu masuk panggung Firda “Marsya” Kurnia (Gitar dan Vocal) dan Widi Rahmawati (Bass) yang mengenakan jaket jeans berduri logam membelakangi penonton dan memulai intro dengan suara gitar yang melengking, bass yang berdentang dan gebukan energik Euis Siti Aisyah  di Drum.   Seolah memanggil penonton untuk masuk ke arena depan panggung. Panggilan itu direspon oleh para baladceprot untuk berduyun memenuhi arena depan pangung. 

Setelah intro, Marsya menyapa penonton ‘Kami VOB dari Indonesia, tepatnya di Garut. Ini lah (Not) Public Proverty.’ langsung memainkan salah satu lagu andalannya itu. Sebuah lagu yang yang diliris ke publik  bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. Dijadikan kampanye gerakan menyuarakan stop kekerasan seksual pada kaum perempuan itu mengumandang.

Dilanjutkan dengan lagu Perempuan Merdeka Seutuhnya (PMS), Age Oriented, dan What’s the Holy (Nobel) Today? Trio Hijab Metal ini bermain dengan ganas di panggung walaupun posisi set drum Siti tidak terlihat jelas karena depanya terhalang oleh sound monitor sedang di tengah panggung ada set drum besar yang kosong. Itu tidak menghalangi Siti untuk main dengan gebukan-gebukan menghentak dan menjaga ritme bermusik VOB. 

Barangkali jam terbang mereka tampil di berbagai negara Eropa membuat penampilannya lebih berkharisma dan lebih santai. Terbukti ketika membawakan sesi instrumen dengan nada pentatonik sunda di eksekusi dengan baik diantara jeda gitar Marsya, Widi bilang ‘keheula’ (sebentar) terus nada dari gitar bass Widi pun berdenting seperti gamelan sunda kemudian disusul oleh Siti dengan tabuhan drum seperti goong nya. Nada khas ini yang menjadi salah satu pembicaraan media-media eropa ketika mereka main di tour Eropa pertama akhir tahun 2021.

“Senang sekali bisa ke jogja dan tampil disini. Main di Jogja itu rasanya kayak pulang ke rumah. Alamnya sama, makanannya enak, UMR nya juga sama,” ucap Marsya. “Eh, soal Ini (Upah Minimum Regional) bisa dibahas nanti,” imbuhnya. Ucapan ini langsung mendapat sorakan para penggemar rock di Main Stage JogjaROCKarta.

Kemudian lagu School Revolution pun berkumandang, inilah lagu yang membuat publik lebih luas  mulai mengenal trio rock VOB. Dirilis pada 2018, suara unik mereka dan pesan kuat berdasarkan pengalaman setiap anggotanya waktu di sekolah bisa didengarkan oleh kita semua.

Lagu School Revolution selain membawa grup beranggotakan tiga perempuan ini ke industri musik global dengan skala lebih luas, juga mampu mengekspresikan pendirian mereka sebagai musisi tentang pentingnya revolusi di sekolah. Memberi inspirasi pada pentingnya perubahan sistem pendidikan di Indoensia. 

Abah Erza, guru sekaligus teman belajar VOB waktu di Tsnawaiyah mengatakan bahwa ‘lirik lagu tersebut juga menyoroti isu main hakim sendiri dan ketidakadilan di lingkungan pendidikan yang sampai hari ini, sayangnya masih terjadi. Kita tidak berani mengatakan sistem yang salah tapi selalu menyalahkan oknum dalam sistem tersebut. Itu sebenarnya menampar muka saya sebagai guru.’

VOB sebagai band yang mewakili perempuan dan generasi Z, dalam perjalanan bermusiknya memang menjadi semacam antitesa dari jamannya. Saat tiga remaja perempuan berjilbab asal Garut yang tiba-tiba muncul sebagai musisi beraliran hip metal funky pada 2014 silam. Berawal dari kegiatan ekstrakurikuler (ekskul), ketiga nya pun ikut manggung di berbagai festival musik, mulai dari lokal hingga ke level internasional.

Pada aksi panggung ketika membawakan cover lagu ikonik ‘Chop Suey!’ dari band heavy metal System Of A Down membawa para Baladceprot pun moshing dan berdansa liar. Membuat lingkaran dan berlari-lari. 

Dilanjutkan dengan menghadirkan anthem ‘Killing in the Name’ dari Rage Against The Machine. Suasana semakin pecah dengan aksi seru penonton yang langsung berjingkrak dan sing a long bersama.

Diakhiri dengan lagu ‘God Alow Me (Please) to Play Music’.Selama hampir 40 menit VoB berhasil membuat para penggemar rock di JogjaROCKarta 2022  terpukau dengan aksi panggung yang menakjubkan.

Iman Abda 26/09/2022

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.